Cornelia Agatha,”Selama Berkuliah di UKI, Saya Mengeksplorasi Kreativitas dan Kemampuan Berpikir”
last updated 15-05-2020
Cornelia Agatha,”Selama Berkuliah di UKI, Saya Mengeksplorasi Kreativitas dan Kemampuan Berpikir”
JAKARTA, UKI
Bintang Sinetron Indonesia, Cornelia Agatha, merupakan alumni Fakultas Hukum UKI dan sedang melanjutkan pendidikan S2 di Magister Ilmu Hukum UKI. Selain itu, Cornelia saat ini sedang menunggu pelantikan dirinya sebagai Advokat yang dilaksanakan oleh PERADI.

“UKI merupakan salah satu kampus terbaik di Indonesia. Saya merasa kampus UKI sudah seperti rumah saya sendiri. UKI sudah memiliki sistem pendidikan yang kredibel, berintegritas dan mempertahankan tradisi pengabdian kepada masyarakat. Terbukti bahwa UKI telah banyak melahirkan orang-orang yang sukses di bidangnya masing-masing. Solidaritas antar alumni senior juga sangatlah baik,” ia menegaskan. 

Selama masa kuliah dari S1 sampai sekarang di S2, Lia, panggilan akrabnya, merasa para dosen memberi banyak ruang untuk mengeksplorasi kemampuan berpikir kritis dan kreatif.

“Saya juga ‘dipaksa’ untuk belajar keluar dari zona nyaman agar saya menjadi manusia yang lebih kuat dan baik dari sebelumnya. Di Kampus UKI, saya bertemu teman-teman dari segala usia yang baik, ramah dan kooperatif,” ujar peserta Yudisium FH UKI tahun akademik 2017/2018 ini.

Aktivis perlindungan anak ini merasakan manfaat dari mempelajari ilmu hukum untuk memperluas wawasannya dan juga menempatkan logika berpikirnya dalam melihat permasalahan yang  terjadi di  kehidupan masyarakat.

“Saya bersyukur dapat menginspirasi anak muda  untuk ikut menyelesaikan pendidikannya meskipun  harus membagi waktu dengan baik antara tugas sebagai ibu, pekerjaan dan pendidikan. Saat ini, aktivitas saya di tengah situasi pandemi covid 19 yang utama adalah menjaga anak-anak agar tetap stabil dan mengawasi kegiatan sekolah online mereka. Disamping itu, saya juga menjalani kuliah online, memasak dan tetap melakukan kegiatan yang berhubungan dengan perlindungan anak bersama teman-teman aktivis dari berbagai lembaga perlindungan anak,” urai dia.

Menurut pandangannya, situasi pandemi  ini adalah situasi dimana kita sedang ada di dalam perubahan dan menghadapi ‘new normal’. Cornelia Agatha memilih untuk beradaptasi dengan keadaan, mengubah pola pikir, mencoba berpikir revolusioner. 

“Saya terus mencari ide dan meningkatkan kreativitas, agar mampu bertahan dan meneruskan hidup yang mungkin sedikit banyak akan terbentuk oleh kebiasaan-kebiasaan baru kita sekarang ini, “ ungkap Cornelia Agatha. (ics).

(Ida Simatupang)