Workshop Strategi Penyusunan Instrumen Laporan Kinerja Perguruan Tinggi (LKPT) dan Laporan Evaluasi Diri (LED) Mencapai APT Unggul
last updated 16-03-2020
Workshop Strategi Penyusunan Instrumen Laporan Kinerja Perguruan Tinggi (LKPT) dan Laporan Evaluasi Diri (LED) Mencapai APT Unggul
JAKARTA, REPORTER UKI
Universitas Kristen Indonesia menggelar Workshop Strategi Penyusunan Instrumen Laporan Kinerja Perguruan Tinggi (LKPT) dan Laporan Evaluasi Diri (LED) Mencapai Akreditasi Perguruan Tinggi yang Unggul. Narasumber dalam kegiatan ini ialah Prof. Christantius Dwiatmadja, S.E., M.E. Ph.D (Profesor FEB UKSW). Workshop dilaksanakan di Auditorium Graha William Soeryadjaya, Kampus UKI Cawang, (13/03).

Kegiatan dihadiri Rektor UKI, Dr. Dhaniswara K. Harjono, S.H., M.H., MBA beserta jajarannya, Staf ahli Rektor Bidang Akademik dan Non Akademik, Dekan, Wakil Dekan, Kaprodi dan TPM – Fakultas, TPM Program Studi, Tim APT Universitas Kristen Indonesia. Moderator dalam pelatihan ini ialah Kepala Badan Penjaminan Mutu (BPM) UKI, Dr. Hotmaulina Sihotang, M.Pd dan Dekan Fakultas Vokasi UKI, Maksimus Bisa Lado Purab, S.St.Ft., S.K.M. M.Fis

Panduan Penyusunan Dokumen Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT) 3.0 terdiri dari penyusunan Laporan Kinerja Perguruan Tinggi (LK PT) dan penyusunan Laporan Evaluasi Diri Perguruan Tinggi (LED PT). 

Prof. Christantius menjelaskan kiat-kiat pengisian Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT) serta kendala yang sering dihadapi. “Tantangan bagi Perguruan Tinggi di Indonesia antara lain pertumbuhan penduduk yang membawa permasalahan pemerataan kesempatan belajar. Maka diharapkan peran Perguruan Tinggi dalam memecahkan berbagai permasalahan. Perkembangan teknologi dengan artificial intelligence mengubah data menjadi informasi. Kuncinya adalah kelincahan dan kecepatan dalam merespon tantangan yang ada. Maka dari itu bagaimana memposisikan diri sebagai penyedia jasa dan terus-menerus melakukan perbaikan diri untuk selalu siap berubah,” tutur Prof. Christantius.

Prof. Christantius Dwiatmadja, Ph.D mengatakan semua dosen harus melaporkan secara online termasuk sistem online di penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Tenaga Pendidik juga dituntut untuk terus meningkatkan jumlah publikasi ilmiah. Prioritas utama adalah meningkatkan kualitas dosen dan mahasiswa. 

“Perguruan Tinggi dan pemerintah harus memberi perhatian utama pada dosen dan tenaga kependidikan. Ditambah lagi Perguruan Tinggi memiliki aspek kelembagaan, aspek kerjasama, aspek keuangan dan aspek pencitraan, yang harus dikelola sebaik-baiknya, “ tambah Prof. Christantius Dwiatmadja. 

(Fransiska Lusuba)
IMG_4607.JPG