LPPM UKI Tanggap virus Corona ( Covid-19)
last updated 03-03-2020
LPPM UKI Tanggap virus Corona ( Covid-19)
JAKARTA, Pusat Studi Pangan dan Gizi UKI
Pada akhir Desember 2019, WHO mengumumkan kasus pneumonia yang penyebabnya tidak diketahui di daerah Wuhan City, Provinsi Hubei, Tiongkok. Pada 7 Januari, jenis baru, yaitu novel Coronavirus 2019 (2019-nCoV) diidentifikasi sebagai penyebab kasus tersebut.  Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa coronavirus yang menginfeksi manusia pada akhir Desember 2019 adalah berasal dari ular.

Walaupun virus ini memiliki risiko kematian, namun angkanya masih rendah dibandingkan orang yang terjangkit dan kemudian sembuh. Terbukti yang sakit sudah ribuan tapi yang meninggal masih dibawah 2%. Beberapa korban meninggal umumnya tidak hanya semata disebabkan oleh Covid-19, namun juga dipengaruhi faktor kerentanan seperti usia yang sudah tua sehingga daya tahan tubuh lemah dan juga penyakin lain yang sudah ada. Data saat ini menunjukkan yang terserang Covid-19 adalah 60.391 kasus, meninggal 1.369 dan yang sembuh 6.079 orang. Saat ini Covid-19 sudah menyebar ke 28 negara antara lain: Thailand, Australia, Malaysia, Singapura, Makau, Hong Kong, Vietnam, Amerika Serikat dan Korea Selatan dan banyak negara lainnya.

Melihat penyebaran corona virus ini begitu cepat dan dampak yang ditimbulkannya, maka Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UKI melalui Pusat Studi Pangan dan Gizi UKI langsung tanggap dan terpanggil untuk memberdayakan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) yang juga merupakan perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan memberi penyuluhan  kepada masyarakat di Kelurahan Cawang.  Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 31 Januari 2020 di aula Kelurahan Cawang dengan narasumber Dr. dr. Carmen Siagian, Sp.GK yang didampingi oleh Kepala Bidang Pengabdian kepada Masyarakat (Kabid PkM) LPPM UKI, Elferida Sormin, S.Si., M.Pd. Peserta penyuluhan adalah seluruh kader Posyandu Balita dan Lansia, petugas medis lapangan, Puskemas dan Bidan Kelurahan Cawang. 

Adapun materi yang diberikan adalah :

Bagaimana penyebaran virus ini terjadi?
Penyebaran coronavirus dari manusia ke manusia adalah hal yang belum diteliti secara khusus. Namun, dipercaya penyebaran coronavirus adalah melalui cairan yang dikeluarkan dari sistem pernapasan. 

Beberapa kemungkinan penyebaran coronavirus adalah: melalui udara (batuk dan bersin tanpa menutup mulut), sentuhan atau jabat tangan orang yang terinfeksi. melakukan kontak dengan permukaan atau benda yang terdapat virus, kemudian menyentuh hidung, mata, atau mulut, terkadang, penyebaran coronavirus adalah melalui kontak dengan kotoran. 

Gejala Corona Virus/ Covid-19 :
Gejala virus corona ini antara lain demam, lemas, batuk, dan sesak napas. Beberapa indikasi medis bahkan ditemukan lebih berat. Pada orang yang sudah lanjut usia atau yang memiliki penyakit penyerta lain. "Ini memiliki risiko lebih tinggi memperberat kondisi. Dampak terburuk yang dapat terjadi adalah infeksi berat (sepsis), kondisi syok, gagal pernapasan hingga meninggal

Pencegahan :
1. Membersihkan tangan secara rutin, terutama sebelum memegang mulut, hidung dan mata, serta setelah memegang instalasi publik.        Mencuci tangan dengan air dan sabun cair serta bilas setidaknya 20 detik. Cuci dengan air dan keringkan dengan handuk atau kertas sekali pakai. Jika tidak ada fasilitas cuci tangan, gunakan alkohol 70-80% hand rub.

2. Menutup mulut dan hidung dengan tisu ketika bersin atau batuk. Ketika memiliki gejala saluran pernafasan, gunakan masker dan segera berobat ke fasilitas layanan kesehatan

3. orang sehat  menghindari kontak dengan orang sakit, menjaga kebersihan dan melaksanakan perilaku hidup bersih, menggunakan  masker

4. meningkatkan daya tahan tubuh dengan makanan bergizi (gizi seimbang)

Upaya pemerintah mencegah masuknya Covid-19 ke Indonesia:

Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat Indonesia untuk tidak panik menghadapi wabah virus corona, tapi tetap mempertahankan kewaspadaan. Pihaknya mengatakan telah melakukan pencegahan penyebaran virus corona lewat pintu masuk utama seperti bandara dan lewat perairan (pelabuhan). Kemenkes juga menyarankan untuk menggunakan masker dan mengikuti etika batuk jika terserang flu, agar tidak menularkan virus ke orang lain. Masyarakat yang mendapati gejala seperti infeksi virus corona diharapkan memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat.





(Pusat Studi Pangan dan Gizi UKI )
foto Sosialisasi Pencegahan Corona Virus.jpeg