Lulusan Fakultas Sastra dan Bahasa UKI Sudah Terbukti Dibutuhkan di Indonesia
last updated 23-03-2021
Lulusan Fakultas Sastra dan Bahasa UKI Sudah Terbukti Dibutuhkan di Indonesia
UKI —
Jakarta – Perubahan nama  Fakultas Sastra UKI  menjadi Fakultas Sastra dan Bahasa UKI (FSB-UKI) Februari lalu dianggap perlu untuk menyesuaikan perubahan yang terjadi dalam struktur UKI serta strategi peningkatan pelayanan kepada masyarakat.  Dua program studi yakni Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Bahasa Mandarin ditambahkan pada prodi Sastra Inggris yang sudah ada sejak tahun 1953.

Penggabungan ini terjadi dalam rangka peningkatan tridarma perguruan tinggi, sehingga prodi-prodi sejenis dimasukkan ke dalam satu fakultas.  Penjelasan ini disampaikan Susanne A.H. Sitohang, S.S., M.A., Dekan Fakultas Sastra dan Bahasa UKI.

Dia menambahkan, ketiga prodi yang bernaung di FSB-UKI diyakini merupakan prodi-prodi unggulan yang menarik perhatian masyarakat pengguna. Tamatan ketiga prodi ini memang sudah terbukti dibutuhkan di lapangan pekerjaan di Indonesia. Harapannya di masa yang tidak terlalu lama, ketiga prodi juga akan menaikkan standar pelayananan menjadi standar internasional dan menghasilkan lulusan-lulusan yang dapat berkiprah di kancah internasional, seperti di tingkat ASEAN. 

“Tentunya  apa yang ditawarkan di jalur pendidikan formal dan non-formal berbeda. Apa yang dicakup di dalam pendidikan non-formal tidak seluas cakupan yang ditawarkan oleh jalur pendidikan formal. Selain itu dalam dunia kerja, bobot lebih tinggi tentunya diberikan kepada sertifikasi pendidikan formal daripada sertifikasi kursus,”jelas dia lagi terkait perbedaan antara kuliah formal dan non formal seperti kursus-kursus bahasa. 

Perihal Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin UKI (PBM-UKI) yang berdiri sejak tahun 2004 dan terakreditasi B, saat ini memiliki dosen-dosen handal yang merupakan lulusan dalam dan luar negeri, serta dosen penutur asli (native speaker). “Prodi ini juga menawarkan kesempatan memperoleh beasiswa studi selama satu tahun untuk belajar bahasa Mandarin langsung di Tiongkok,” kata Susanne.

Sejauh ini, masih kata dia, FSB-UKI sudah memiliki prestasi-prestasi yang diperoleh dari mahasiswa-mahasiswanya seperti mahasiswa yang berhasil memperoleh beasiswa pertukaran pelajar di tingkat ASEAN, juara-juara tingkat nasional dan regional, di berbagai bidang seperti di bidang kewirausahaan, bidang kesusastraan, dan olah raga. (ics)