Ambassador Insight International Office of UKI : Pengembangan Kerjasama dan Daya Saing Global di era New Normal
last updated 09-11-2020
Ambassador Insight International Office of UKI : Pengembangan Kerjasama dan Daya Saing Global di era New Normal
UKI —
“Vaccine Diplomacy menjadi salah satu prioritas diplomasi yang dilakukan negara Indonesia terhadap negara Republik Rakyat Tiongkok, terutama di masa pandemic Covid 19. Kami berusaha mendekati dan bekerjasama dengan perusahaan vaksin terkemuka di Cina. Strategi negoisasi diplomasi kuliner dengan mengundang makan bersama pemimpin perusahaan vaksin, kami lakukan untuk mendapatkan vaksin untuk rakyat Indonesia,” ujar H.E. Mr. Djauhari Oratmangun, Duta Besar RI di Beijing, Republik Rakyat Tiongkok merangkap Mongolia, dalam Webinar Ambassador Insight; Pengembangan Kerjasama dan Daya Saing Global,  yang dilaksanakan oleh International Office of UKI (06/11).

Webinar diawali dengan kata sambutan oleh Rektor UKI, Dr. Dhaniswara K. Harjono, S.H., M.H., MBA dan dihadiri secara virtual oleh Direktur Kantor Urusan Internasional, UKI, Dr. Lisa G. Kailola yang juga bertindak sebagai moderator dalam webinar ini.

Dalam kegiatan ini juga dibahas kemungkinan kerjasama dalam bidang tri dharma perguruan tinggi antara UKI dengan universitas di Tiongkok. “Universitas di Cina banyak yang merupakan universitas terbaik di dunia dan bekerjasama dengan universitas di negara Indonesia. Hubungan bilateral bekerjasama dalam bidang pengembangan Sumber Daya Manusia meningkat signifikan. Sangat terbuka peluang dan kesempatan untuk UKI bekerjasama dengan universitas di Cina dengan berkoordinasi pula dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok, “ tutur Djauhari Oratmangun. 

“Ada sekitar 15 ribu Warga Negara Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Tiongkok. Perlindungan hak-hak WNI juga merupakan salah satu diplomasi yang kami lakukan. Dan tentu saja sosial media berperan membangkitkan rasa nasionalisme, semangat cinta Tanah Air negara Indonesia, “ terangnya.

Universitas Kristen Indonesia yang berlokasi di Cawang, Jakarta, melaksanakan perkuliahan dengan metode online learning, sehingga juga memungkinkan untuk mengundang narasumber ahli dari Republik Rakyat Tiongkok. Saat ini UKI memperhatikan anjuran pemerintah Indonesia yang tertuang dalam Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Covid-19. 

Pemerintah Indonesia sedang mendorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional dengan meningkatkan investasi dari Tiongkok dengan memanfaatkan Kawasan Ekonomi Khusus. Di tahun 2019, Tiongkok merupakan mitra dagang dan tujuan ekspor terbesar di Indonesia. Produk andalan Indonesia antara lain besi dan baja, tembaga, sepatu, alumunium, timah. 

“Salah satu sektor prioritas bidang investasi kerjasama Indonesia dan Tiongkok adalah digital ekonomi. Di Indonesia, kita sudah punya 5 unicorns dan 1 decacorn yang berkontribusi 3 persen dari total GDP. Sektor prioritas lainnya adalah pariwista, pengembangan SDM dan kendaraan listrik, “ ujar Djauhari Oratmangun.

Webinar diakhiri dengan diskusi interaktif dan seluruh peserta mendapatkan e-certificate. Tayangan lengkap Webinar KUI UKI  dapat dilihat di Youtube International Office UKI.