Hadirkan Sekolah Berperingkat Dunia Sudah Jadi Kebutuhan Bangsa Indonesia
last updated 13-10-2020
Hadirkan Sekolah Berperingkat Dunia Sudah Jadi Kebutuhan Bangsa Indonesia
UKI —
Jakarta – Melihat dari prosesnya, klaster pendidikan dalam RUU Cipta Kerja sudah banyak  dikurangi, sehingga yang ada hanya untuk pendirian pendidikan di daerah-daerah khusus seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).  Hal ini persis yang saya sarankan dalam berita yang lalu,bahwa ada baiknya untuk Pendidikan yang bersifat komersial / Industri diatur tersendiri dalam wilayah tertentu. 

“Kita belum tahu bagaimana detil pelaksanaannya. Tapi apa yang saya sampaikan sudah terakomodir dalam RUU tersebut,” sambung DR Denny Tewu, SE., MM, terkait RUU Cipta Kerja yang telah memancing pro dan kontra di tengah masyarakat saat ini.

Denny mengingatkan, ada begitu banyak anak bangsa kita yang menempuh pendidikan di luar negeri karena menginginkan kuliah di sekolah-sekolah yang memiliki peringkat dunia. “Saya pikir, daripada mereka harus ke luar negeri mengapa tidak sekolah tersebut  dihadirkan di dalam negeri dengan mengakomodir budaya dan karakter Bangsa Indonesia, tanpa harus mengabaikan Pendidikan yang sudah ada. Ini perlu menjadi pertimbangan kita, ” jelas Warek 2 UKI ini.

Pandangannya ini untuk menjawab bahwa pelaksanaan perizinan pada sektor pendidikan yang dapat dilakukan melalui perizinan berusaha sebagaimana yang dimaksud dalam RUU tersebut.

Sepanjang semua yang tersurat soal klaster pendidikan dalam RUU itu bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa dan negara serta lebih mengefisiensikan proses pendidikan di Indonesia dengan kualitas dunia,kata Denny lagi, maka hal ini perlu menjadi pertimbangan.

“Saat ini perbedaan tempat dan waktu sudah sangat terbuka dengan kemajuan teknologi,” tambahnya mengingatkan.
Jika banyak kalangan tetap menolak klaster pendidikan dalam RUU Cipta Kerja, menurut Denny, sah saja mereka menggunakan hak konstitusinya melalui judicial review di Mahkamah Konstitusi sebagai  jalan terakhir. Tapi tentu melalui cara yang benar. 

Sekali lagi ia tegaskan, bahwa Pemerintah sudah mengakomodir keresahan kita pada waktu yang lalu, dengan membatasi pendidikan industri tersebut hanya untuk wilayah tertentu saja seperti KEK. Dan,kita tidak bisa menafikan berapa banyak tiap tahun anak-anak kita yang sekolah ke luar negeri, dan faktanya mereka itu yang menonjol seperti Mas Mendikbud kita.

“Jadi menghadirkan pendidikan seperti itu di Indonesia pada wilayah tertentu, saya berpikir sudah menjadi kebutuhan bangsa yang besar ini,” tandas dia pula (ics)