Denny Tewu : Hadapi Resesi, Lahan UMKM Beraktivitas Harus Terbuka Luas
last updated 28-09-2020
Denny Tewu : Hadapi Resesi, Lahan UMKM Beraktivitas Harus Terbuka Luas
UKI —
Kondisi Ekonomi  yang tidak kondusif sebenarnya ada hubungannya dengan aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang tidak sejalan antara kebijakan pusat maupun beberapa daerah. Perekonomian perkotaan dengan jumlah penduduk yang cukup banyak tentu akan berpengaruh besar terhadap kondisi perekonomian nasional.

Dr. Denny Tewu, SE., MM., menanggapi  kemungkinan Indonesia  mengalami  resesi  karena pertumbuhan ekonomi yang  terjebak di zona negatif dua triwulan berturut-turut.  Meski demikian, tanggapnya lagi, usaha Pemerintah melakukan stimulus terhadap tenaga kerja yang berpenghasilan rendah serta UMKM itu merupakan langkah yang tepat dalam rangka mengurangi dampak risiko yang lebih besar lagi.

“Namun, lahan untuk mereka beraktivitas harus terbuka. Ada banyak cara untuk berproduksi jasa maupun barang secara kreatif, tapi kalau pasarnya ditutup tentu akan terjadi masalah,” ujar Wakil Rektor 2 UKI ini pula.
Ia juga melihat persoalan kesimpangsiuran dalam mengelola isu covid 19 berpengaruh kepada kondisi ekonomi dalam negeri maupun investasi dari luar. “Untuk itu Pemerintah Pusat perlu menerapkan gerak langkah bersama agar isu covid 19 ini bisa diatur. Membangun kepercayaan masyarakat harusnya berjalan bersama dengan terbangunnya produktivitas dalam berbagai hal,” saran dia.

Dampak pandemi covid  19 ini terhadap kinerja perekonomian Indonesia  dilihat  Denny memang merupakan bencana, yang bukan hanya dirasakan oleh Indonesia tapi dihadapi semua negara, dan semua daerah di  Indonesia. Hanya saja,menurut dia, kalau ada yang bisa bertahan menghadapi  dampaknya, mengapa Indonesia tidak?

Untuk itu, menurut dia, kepala daerah perlu inovatif dan kreatif dalam mengatasi pengaruhnya dalam berbagai aspek dengan cara bijaksana. “Tolak ukurnya lihat saja daerah-daerah  atau negara yang bisa tetap bertahan di zona hijau atau kuning, pelajari saja caranya dan tinggal diterapkan dengan kearifan lokal tentunya,”

Menurut Denny Tewu, “Negara lain yang berdampak lebih buruk dari Indonesia dapat mengatasi kondisi ekonomi dalam negeri. Di samping memang tetap banyak negara yang bisa bertahan. Karena itu, Pemerintah memang harus fokus memetakan dan identifikasi resikonya serta memitigasinya secara baik.”

Fokus Pemerintah, menurut Denny lagi, memang bukan hanya dampak sosial dan ekonomi,tapi juga politik terkait Pilkada serentak 9 Desember nanti.  “Kalau tidak pintar-pintar menjelaskannya maka tingkat risikonya juga cukup besar dalam menjaga kestabilan ekonomi secara nasional,” tambahnya mengingatkan. (ics).