Indonesia dapat Mewujudkan Melek Digitalisasi di Tahun 2022
last updated 11-09-2020
Indonesia dapat Mewujudkan Melek Digitalisasi di Tahun 2022
Dosen UKI —
Jakarta – Daerah-daerah yang belum terjangkau jaringan 4 G pasti akan akan mempengaruhi kompetensi guru-guru dalam proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan metode daring.  Meski demikian, sudah ada juga daerah-daerah yang kreatif menggunakan HT untuk mengoperasikan PJJ tersebut.

Wakil Rektor UKI, Dr. Denny Tewu, SE., MM., menyampaikan pandangannya, “Masih banyak kendala dalam hal infrastruktur digitalisasi di seluruh Indonesia. Target Menkominfo yang baru, pada tahun 2022, seluruh desa di Indonesia dapat terjangkau Sinyal 4G.”

Denny Tewu mengapresiasi upaya pemerintah dalam hal ini kemendikbud untuk memberi bantuan kuota gratis bagi siswa dan guru. Saat ini masih ada beberapa kendala, seperti jumlah siswa yang banyak, pendataan yang lambat, dan kualitas internet tak memadai untuk membuka sistem Dapodik. Denny Tewu percaya bantuan ini dapat terlaksana sesuai target yang diharapkan.

“Kita juga perlu mendukung program Pembelajaran berbasis teknologi informasi komunikasi yang melatih 60.000  guru agar piawai memanfaatkan teknologi. Target kita adalah bisa mewujudkan Indonesia melek digital di tahun 2022 ,” ujar dia.

Denny melihat juga, bahwa masalah PJJ bukan hanya soal jaringan, tapi juga perubahan budaya dari manual ke digital, dan untuk itu upaya membawa perubahan ke arus digitalisasi harus lebih besar sehingga tidak ada lagi zona nyaman dengan manualisasi.