Miliki Ketergantungan Penuh pada Pencipta di Masa Pandemi Covid 19
last updated 23-06-2020
Miliki Ketergantungan Penuh pada Pencipta di Masa Pandemi Covid 19
UKI —
Kualitas relasi antar keluarga di saat pandemi Covid 19 bisa dilihat dari 2 sudut pandang. Jika keluarga menyediakan waktu untuk berkumpul bersama maka memberikan peluang  untuk melakukan banyak hal yang positif sehingga tercipta waktu bersama yang berkualitas. Maka akan terbangun relasi yang positif.

Sebaliknya masa pandemi yang panjang dan menimbulkan kebosanan ditambah ada permasalahan lain, sehingga memicu timbulnya pertikaian dan akan berujung relasi yang tidak baik. 

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UKI, Dr. Aartje Tehupeiory, S.H., M.H., CIQaR., CIQnR, mengemukakan hal ini terkait tema yang dibawakannya dalam sebuah webinar nasional baru-baru ini. Tema yang disampaikannya adalah “Dampak Covid 19 Terhadap Kualitas Hubungan dalam Keluarga.”

Pada masa pandemi covid ini, katanya pula, justru tingkat kekerasan semakin meningkat, tidak hanya di kalangan masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah yang berawal dari masalah ekonomi, tapi juga dalam lapisan masyarakat menengah ke atas.

“Di kalangan menengah ke atas  tindakan kekerasan yang kerap terjadi, diakibatkan masalah psikologis seperti, tuntutan anak yang harus belajar di rumah yang membuat meningkatnya stres para orangtua. Pemberitaan tentang korban covid juga menambah kecemasan bahkan sampai ke permasalahan hubungan seksual yang menurun akibat asupan gizi yang tidak seimbang yang berujung kepada hubungan yang tidak harmonis,” ungkap Aartje.

Aartje menyarankan agar setiap anggota keluarga memiliki ketergantungan penuh kepada Sang Pencipta, agar kualitas relasi dalam keluarga dapat tetap terjaga. Dalam suka maupun duka kita tetap berpengharapan hanya padaNya. Sehingga ada atau tidak pandemi covid 19 ini kita tetap dalam kondisi yang sama sesuai dengan apa yang diharapkanNya.

“Tetap optimis, berpengharapan, berdaya juang sehingga memampukan kita untuk memiliki mental yang tinggi dalam menghadapi permasalahan. Dengan demikian kita akan tetap berupaya menjaga hubungan untuk tetap harmonis.” tandasnya. (ics)