Di Tengah Pandemi, Temukan Jangkar Iman di Dalam Tuhan
last updated 22-06-2020
Di Tengah Pandemi, Temukan Jangkar Iman di Dalam Tuhan
UKI —
Apakah mindfulness sejalan dengan iman Kristen? Mindfulness adalah teknik untuk menenangkan diri, sadar dengan keadaan pada saat itu, dan membuat diri lebih fokus dan lebih jernih memandang peristiwa. 

“Sebagai orang percaya, teknik mindfulness dapat digunakan bila itu bisa menolong kita menjadi lebih tenang dan lebih sadar dengan diri kita saat mendekat pada Tuhan. Raja Daud adalah salah satu contoh orang beriman yang bisa menerima emosi negatif dan datang apa adanya pada Tuhan,”kata Agape Ndraha, M.Si. yang merupakan Konselor UPKK UKI.

Daud  melihat fenomena di sekitarnya mengenai orang fasik yang hidup nyaman, seakan tidak ada sanksi apapun atas kejahatan yang mereka lakukan. Dia sadar dengan apa yang terjadi pada dirinya saat itu dan merasakan akan emosi negatif seperti merasa cemburu dan merasa sia-sia berbuat baik. Dia mengakui saat itu dia merasa seperti hewan yang dungu. 

“Tapi kesadaran dirinya, kejernihan berpikirnya, pengenalannya akan Tuhan membuat dia mampu melihat ada sesuatu dibalik fenomena. Sesungguhnya orang-orang fasik itu akan menerima hukuman,” urai dia. 

Agape menjelaskan bahwa ketika dipenuhi emosi negatif, kita akan sulit menjadi seperti Daud. Namun, kita perlu menghargai emosi negatif itu karena emosi itu nyata. Kita perlu mengenalinya, sehingga kita bisa mengatur dan memilih bagaimana merespon emosi negatif itu. 

“Mindfulness adalah teknik yang bisa kita gunakan sehingga kita tidak terjebak pada fenomena yang ada di sekeliling kita, seperti pandemi yang entah kapan berakhir, kekhawatiran akan kesehatan, keuangan, masalah ekonomi dan sosial. Kita perlu seperti Daud yang dapat melihat ada sesuatu di balik fenomena yang ada. Selanjutnya kita menemukan jangkar iman kita di dalam Tuhan sebagai pemelihara dan pengatur kehidupan,” tandas dia. (ics)