Dekan FK UKI, Dr. dr. Robert Hotman Sirait, SpAn : Menanamkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Demi Kesehatan Anak Bangsa
last updated 19-05-2020
Dekan FK UKI, Dr. dr. Robert Hotman Sirait, SpAn : Menanamkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Demi Kesehatan Anak Bangsa
UKI —
Salah satu usaha pencegahan yang diperlukan untuk mencegah timbulnya suatu penyakit di masyarakat adalah dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). PHBS harus diajarkan sedini mungkin dan sekolah dianggap memiliki peran yang sangat penting untuk mengedukasi anak-anak sebagai penerus bangsa.
 
Pada tanggal 8 Mei 2020, Dekan Fakultas Kedokteran UKI,  Dr. dr. Robert Hotman sirait, SpAn, menjadi salah satu pembicara dalam diskusi online bertema “Menanamkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Demi Kesehatan Anak Bangsa.” Acara ini diikuti lebih kurang 100 orang Pendidik (Guru) dari berbagai daerah di Indonesia.

“PHBS yang diterapkan di sekolah-sekolah diharapkan menjadi kebiasaan sehari-hari anak didik yang terus terbawa hingga mereka dewasa nanti. Terkait Covid 19, PHBS ini menjadi sangat penting. Penyebaran virus itu sangat berkaitan dengan perilaku atau kebiasaan seseorang karena penularannya melalui percikan dari seseorang penderita ketika batuk dan bersin, “ terang dokter Robert.

“Penyebaran virus ini diharapkan akan terputus dengan melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat. Salah satunya dengan selalu memakai masker dan mencuci tangan sebelum menggosok mata atau hidung. Sampai sekarang belum ditemukan obat yang spesifik untuk virus corona, sehingga perlu dilakukan tindakan pencegahan seperti  memelihara kebersihan tubuh, olahraga, istirahat yang cukup serta menjaga imunitas tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi,” urai dia pula.

Dampak pandemi covid 19 ini memang sudah ke semua lini kehidupan termasuk ke dunia kampus, tapi dr Robert optimis akan mendapatkan jumlah mahasiswa baru sesuai dengan kuota yang ditentukan pemerintah. “Kami mengharap badai covid 19 dalam waktu yang tidak terlalu lama akan berlalu sehingga penerimaan mahasiswa baru dapat dilakukan pada bulan Juli dan Agustus 2020,” ujar dokter Robert.

Sejumlah program pun terus dikerjakan FK UKI dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas SDM tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Sarana dan prasarana FK UKI turut ditingkatkan kualitasnya untuk mencapai akreditasi A.

“Kami memberikan kesempatan kepada staf pendidik untuk bersekolah ke jenjang strata 3. Sejumlah 30% staf pendidik harus berpendidikan S3, 30% pendidik harus memiliki jabatan fungsional lektor kepala. Selain itu setiap tahun tenaga pendidik harus melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PKM) serta mempublikasikannya dalam majalah ilmiah yang terakreditasi. Tenaga kependidikan juga diikutkan dalam pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya,” ungkap dr Robert.

Acara online talkshow akan dipertimbangkan menjadi salah satu program menyebarluaskan informasi ke masyarakat. Tema-tema yang diangkat adalah seputar isu kesehatan yang sedang terjadi di tengah-tengah masyarakat misalnya penyakit yang muncul saat peralihan musim dan sebagainya. (ics)