Hari tanpa TV

Program studi ilmu komunikasi Universitas Kristen Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA) dan beberapa universitas lainnya mengkritisi tayangan televisi di Indonesia. Kritik tersebut dituangkan dalam bentuk aksi damai dengan membagikan poster poster dan selebaran yang mengajak untuk mematikan televisi sehari penuh tanggal 26 Juli 2009. Aksi ini merupakan sikap protes terhadap beberapa acara televisi yang dinilai tidak pantas untuk ditonton oleh anak - anak. Menurut survey YPMA bahwa anak - anak di Indonesia menghabiskan waktu 30 - 35 jam per minggu atau lebih dari 1500 jam per tahun. Jumlah ini jauh lebih besar dari pada jam belajar anak di sekolah negeri yang hanya menghabiskan 750 jam per tahun. Angka ini termasuk tinggi dan sudah tidak sehat lagi untuk anak - anak. YPMA menilai banyak acara - acara tv (film sinetron ) yang tidak pantas untuk anak - anak ( karena mengandung kekerasan, seks dan mistis) ditayangkan pada jam yang tidak tepat.

Adapun makna dari mematikan tv sahari penuh pada tanggal 26 juli 2009 agar keluarga mendapat kesempatan beharga untuk melakukan aktifitas bersama tanpa gangguan tv, hal yang lain adalah menyadarkan kita pentingnya bermedia yang cerdas. Aksi ini dilakukan di bundaran Hotel Indonesia (HI). Tampak pada photo diatas adalah ketiga mahasiswi Fisipol UKI yang sedang membagikan selebaran kepada pengguna jalan di bilangan bundaran HI.