Rektor UKI lepas 14 mahasiswa ke Tiongkok

Dalam 10 tahun terakhir, Tiongkok telah menjadi kekuatan ekonomi baru di dunia yang mampu mengalahkan dominasi Negara – Negara barat, dan Jepang Merujuk data yang di kutip dari pemerintah Tiongkok, ekonomi Tiongkok pada tahun 2009 tumbuh sepuluh kali lipat dalam 30 tahun terakhir. Hal ini membuat bisnis bangsa Tiongkok merambah kemana – mana termasuk di Indonesia. Tidak bisa dipungkiri lagi sebagian besar produk elektronik yang beredar di Indonesia adalah buatan Tiongkok, belum lagi di bidang jasa, konstruksi, telekomunikasi,komputer , peranan Tiongkok telah menggeser negara – negara barat. Fenomena ini mengakibatkan bahasa mandarin menjadi bahasa yang penting dalam komunikasi bisnis. Indonesia yang terletak dikawasan Asia Tenggara harus cepat tanggap akan phenomena ini, mengingat negara – negara tetangga kita seperti Malaysia, Singapura telah menggunakan bahasa Mandarin di perusahaan-perusahaan maupun pabrik. Karena itu, tidaklah berlebihan jika pendidikan bahasa Mandarin harus dikembangkan baik melalui pendidikan formal maupun informal.

Indonesia sejak era reformasi telah mengantisipasi pentingnya penguasaan bahasa mandarin. Hal ini terlihat dari banyaknya sekolah – sekolah tingkat menengah baik negeri maupun swasta yang memberikan pelajaran bahasa mandarin bagi siswa – siswinya. Hal yang menarik adalah, pelajaran bahasa mandarin bukan saja diberikan pada sekolah – sekolah umum, tetapi juga sampai pada pondok pesantren. Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) sebagai wakil pemerintah juga telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tiongkok untuk melaksanakan HSK, Hanyu Shuiping Kaoshi, (TOEFL bahasa Inggris) untuk bahasa mandarin di Indonesia. Sebelum ada HSK di Indonesia, para peserta dari Indonesia harus pergi ke Singapura atau Malaysia untuk mengikutinya. Hal ini tentunya bukan saja peminat bahasa Mandarin yang bertambah, namun juga kebutuhan guru – guru bahasa Mandarin yang terus meningkat.

Universitas Kristen Indonesia (UKI) melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan nya yang bekerja sama dengan Fujian Normal University sejak tahun 2003 telah membuka program Pendidikan Bahasa Mandarin. Program ini untuk sementara adalah satu – satunya program (di wilayah kopertis III) yang menghasilkan guru bahasa mandarin. Tenaga - tenaga pengajar pada program ini didatangkan langsung dari Fujian Normal University (FNU), Tiongkok, yang menjadikan kualitas lulusan program pendidikan Bahasa Mandarin UKI lebih terjamin. Setiap mahasiswa yang berprestasi sampai di semester 6, mendapat kesempatan meneruskan studinya selama satu tahun di Fujian Normal University, atas bantuan pemerintah Tiongkok. Sampai saat ini program Pendidikan bahasa Mandarin UKI telah mengirimkan 4 angkatan. Pada tanggal 24 Agustus 2009 sebanyak 14 mahasiswa pendidikan bahasa Mandarin UKI akan berangkat ke Tiongkok, untuk menyelesaikan semester 7 dan 8 di FNU, Tiongkok. Mereka akan langsung mengajar di sekolah – sekolah dasar dan menengah pada lab school FNU, Tiongkok. Pada tanggal 21 Agustus yang lalu rektor UKI, Maruli Gultom melepas ke empat belas mahasiswa tersebut. harus diingatkan bahwa dalam memberikan kritik atau saran setiap mahasiswa harus menyampaikan dalam koridor demokrasi kita (jnd).