Virtual Water and Our Ecological Footprint

Dalam rangka dies natalis Universitas Kristen Indonesia (UKI) yang ke 56, fakultas teknik UKI, yang bermotokan "serving with heart for better environment" menyelenggarakan seminar yang bertemakan lingkungan dengan judul “Virtual Water and Our Ecological Footprint “. Acara ini terselenggara atas kerjasama dengan Sustainable Resource Development (SURED) yang dimotori oleh alumni Jerman di Indonesia dengan koordinator wilayah Jakarta Raya yang saat ini dipegang oleh guru besar UKI Prof. Dr-Ing.Uras Siahaan, lic.rer.reg. Sedangkan pembicara pada seminar kali ini adalah Prof. Dr. Dieter Prinz, dari Karlsruhe University, Jerman.
Bahasan seminar kali ini adalah kebutuhan dan penggunaan manusia akan air, yang mempunyai dampak terhadap lingkungan. Setiap manusia membutuhkan air untuk bertahan hidup, tetapi berapa banyak air sesungguhnya yang dibutuhkan ?. Setiap hari kita menggunakan air secara langsung untuk minum, memasak, mandi, mencuci dsb dimana kebutuhannya diperkirakan sebesar 100-200 liter/orang, tetapi sesungguhnya air yang kita gunakan lebih dari itu – yang dinamakan dengan “virtual water”. Contohnya adalah ketika seseorang makan hamburger maka orang tersebut sudah mengkonsumsi 2400 liter “virtual water” yang digunakan untuk membuat hamburger tersebut.
Konsep “virtual water” yang berkembang saat ini bertujuan untuk menghitung rekam jejak kebutuhan ekologis manusia akan air yang dinamakan rekam jejak air. Konsep rekam jejak air yang secara kumulatif menghitung penggunaan “virtual water” pada setiap barang atau jasa yang digunakan setiap orang dapat memperlihatkan bagaimana pengaruh yang ditimbulkan terhadap keseimbangan sumber daya alam.
Gaya hidup seseorang dalam memilih produk yang akan dibeli atau makanan yang dikonsumsi tentunya sangat berpengaruh dalam rekam jejak ekologi yang ada. Jika memilih untuk mengkonsumsi daging maka perlu diketahui bahwa untuk memproduksi 1 kg daging dibutuhkan 13.000 liter air, sedangkan bagi vegetarian dibutuhkan air yang lebih sedikit karena hanya dibutuhkan 1000 liter air untuk memproduksi 1 kg beras atau gandum.
Seminar ini berlangsung pada tanggal 13/10 di ruang video conference UKI dan dihadiri 80 peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa UKI, dan pelajar SMU. Peserta jarak jauh yang meliput acara ini adalah Universitas. Bahayangkara Surabaya, Universitas Bengkulu, Universitas Andalas Padang,dan, Universitas Terbuka.