Peluncuran Buku HAM di Kampus UKI

Jakarta-Reporter, Pada tanggal 30 September 2009 Universitas Kristen Indonesia mengadakan seminar sekaligus peluncuran buku,bertempat di ruang seminar kampus UKI, Cawang, Jakarta Timur. Seminar yang mengangkat tema yang sama dengan judul buku tersebut yakni “Kejahatan Negara: Pemerintahan, Kekerasan dan Korupsi karya dari Penny Green dan Tony Ward. Buku terbitan luar negeri yang diluncurkan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) ini diterjemahkan oleh Fajar S Roekminto. Fajar adalah seorang Dekan dari Fakultas Sastra Universitas Kristen Indonesia.
Hadir dalam peluncuran buku ini, Ketua Komnas Ham, Ifdal Hasim, ALAndang L Binawan, Eny Suprapto serta HS Dilon. Masing-masing pembicara memberikan berbagai pendapat yang menjadikan acara peluncuran buku ini semakin hangat. Para peserta seminar pun tampaknya cukup antusias mengikuti seminar ini. Terlihat banyak peserta yang hadir, mulai dari mahasiswa, dosen, tata usaha serta berbagai elemen masyarakat lainnya. Antusiasme itu pun terlihat dengan adanya berbagai macam pertanyaan yang ditujukan kepada para pembicara.
Sesuai dengan temanya, kekerasan negara. Rektor Universitas Kristen Indonesia, Ir. Maruli Gultom sempat mengungkapkan beberapa peristiwa yang terjadi di bangsa ini terkait dengan kejahatan HAM oleh negara. Dalam pidatonya ia mengungkapkan bahwa beberpa peristiwa seperti perusakan dan pembakaran gereja di tanah air ini terjadi dan terkesan ada pembiaran. Bahkan tidak ada terdakwa yang diseret ke meja hiajau terkait peristiwa tersebut. Hal ini juga terjadi terhadap kampus UKI Salemba yang dibakar sekelompok masa dan hingga kini belum ada kepastian hukum mengenai peristiwa tersebut. Maruli menegaskan bahwa peristiwa-peristiwa semacam ini adalah bagian dari bentuk kejahatan negara.
Buku dengan judul asli state crime: government, Violence and Coruption karya penny Green dan Tony Ward ini mencoba untuk memberikangambaran empiris mengenai kejahatan yang dilakukan oleh negara, kejahatan yang membentang dari benua Amerika sampai Afrika. Dalam pemaparannya, Fajar S Roekminto selaku penerjemah mengungkapkan bahwa buku ini memang bukan merupakan hasil studi kejahatan negara yang terjadi di Indonesia, namun demikian beberapa kasus yang terjadi di beberapa negara Afrika dan Amerika Latin dengan sangat jelas mencerminkannya atau setidaknya memiliki kemiripan dengan apa yang pernah dan sedang berlangsung di Indonesia. Buku ini mencoba memaparkan beberapa kejahatan negara yang lazim terjadi, antara lain korupsi dan teror.
Pada akhir acara ini buku ini banyak menuai kritik dari beberapa pembicara. Kritik yang paling seragam adalah bahwa buku ini tampak kurang teratur dalam penulisannya. Hal ini menjadikan buku ini tampak kurang terstruktur dan kurang dipersiapkan dengan baik. Buku ini menjadi terlihat seperti sebuah laporan jurnailstik biasa dan tidak dapat menjadi sebuah laporan ilmiah yang cukup menunjang. Dibalik semua itu terselip sebuah pesan dari sebuah acara ini, bahwa Universitas Kristen Indonesia sangat terbuka dan memiliki Sumber Daya Manusia yang cukup kompeten di bidangnya untuk menerjemahkan buku-buku lain seputar HAM.