KULIAH UMUM FISIPOL & UNIC

Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kristern Indonesia (FISIPOL - UKI) bekerjasama dengan United Nations Information Centre (UNIC) mengadakan Kuliah Umum, Pameran Buku, dan Pemutaran film, pada hari Selasa, 4 Mei 2010 di Ruang Aula lt. 3 Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jl. Mayjen Sutoyo no. 2 , Cawang. Dengan pembicara Mr. Michele Zaccheo selaku Direktur UNIC dan tema “United Nations Priorities 2010,”
Dihadiri oleh lebih dari 500 mahasiswa dari 25 fakultas, 21 perguruan tinggi di Jakarta, kuliah Umum ini bertujuan memberikan penjelasan program kerja yang menjadi prioritas PBB kepada para mahasiswa. Dari sekian banyak program kerja PBB, Mr. Michele menyebutkan ada 7 (tujuh) point yang menjadi prioritas bagi PBB di tahun 2010 ini, yaitu:
- Millenium Development Goals (MDGs). Sejumlah Negara saat ini telah mencapai keberhasilan dalam hal menciptakan perdamaian, perlucutan senjata, penurunan angka kemiskinan, perlindungan hutan dan peningkatan HAM. Indonesia, sebagai salah satu Negara anggota PBB saat ini pun masih terus melakukan berbagai upaya untuk mencapai sasaran dari MDGs di beberapa bidang, seperti pendidikan, kesehatan ibu hamil dan perlindungan terhadap hutan.
3. Empowering Women. Persamaan jender dan pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari penghormatan terhada HAM menjadi fokus PBB pada tahun ini., terutama di bidang pendidikan dan kesehatan. Hal ini ditujukan agar semua perempuan di dunia memilki akses dan kesempatan yang sama dalam hal memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan terutama untuk menurunkan angka kematian ibu hamil. Di samping itu, PBB juga terus mendorong semua Negara anggotanya untuk mengadopsi Hukum Perlindungan terhadap Anak dan Perempuan.
4. Nuclear-Free World. Sekjen PBB, Ban Ki Moon, memiliki lima rencana untuk perlucutan senjata nuklir, yaitu (1) seluruh Negara penandatangan Nuclear Non Proliferation Treaty, terutama Negara-negara pemilik senjata nuklir harus sepakat untuk melucuti senjata nukli mereka, (2) Negara pemilik senjata nuklir dapat meyakinkan Negara-negara yang tidak memiliki senjata nuklir bahwa mereka tidak akan menggunakan senjata mereka untuk mengancam Negara lainnya, (3) pengaturan dan perjanjian terhdap senjata nuklir yang sudah ada, seperti misalnya pelarangan ujicoba nuklir, wilayah bebas senjata nuklir dan peningkatan jaminan keselamatan, untuk mulai diterapkan, (4) Negara-negara pemilik senjata nuklir harus mempublikasikan secara spesifik jumlah senjata mereka yang dilucuti, dan (5) penghitungan terhadap penguranan jenis-jenis senjata pemusnah massal, pembatasan senjata convensional dan pelarangan bentuk senjata baru termasuk rudal.
5. Mencegah timbulnya konflik dan menyelesaikan konflik-konflik yang mematikan. Sampai tahun 2009, PBB telah menempatkan 117.000 orang dan 17 peace operation di seluruh dunia dengan biaya 7.8 juta US dolar untuk mengatasi konflik dan situasi pasca-konflik. Selain itu, Sekjen PBB telah melakukan berbagai upaya mediasi dan diplomasi preventif untuk memberikan solusi politis terhadap konflik-konflik sebelum mereka semakin berkembang.
6. Meningkatkan perlindungan HAM dan penghormatan terhadap Hukum. Di tahun 2010 ini, Majelis umum akan mulai meriew tugas dan fungsi Dewan HAM yang telah menggantikan Komisi HAM, sejak empat tahun lalu. Sekjen PBB juga telah mengingatkan anggota-anggotanya bahwa Majelis Umum atas nama keamanan internasional memiliki “Kewajiban untuk Melindungi” yang menunjukkan bahwa setiap Negara berdaulat memiliki kewajiban untuk melindungi warga Negara mereka dari gonosida, penjahat perang, pembersihan etnis dan tindakan criminal lainnya.
7. Membangun PBB yang lebih kuat melalui reformasi baik secara politis maupun administrative. Reformasi ini meliputi reformasi di Dewan Keamanan PBB, Majelis Umum PBB dan secretariat dan manajemen PBB.
Sebelum menutup presentasinya, Mr. Michele Zaccheo mengutip ucapan Sekjen PBB, Ban Ki Moon:
” this is a new multilateral moment, where all nations recognize that a new generation of global challenges are best solved cooperatively, all working together.
Our United Nations is the only genuinely universal organization capable of meeting today's global challenges -- the only world body capable of channelling our common efforts. We must be equipped to do it.”