bANNER WEB UKI

Kak Seto di UKI

Hari Tanpa TV

Kak Seto di UKI.jpgJakarta-Reporter, Televisi adalah satu bentuk media di Indonesia yang dekat dengan anak anak.  Melalui Televisi, anak bisa memeroleh berbagai informasi secara lebih luas, di samping juga mendapatkan hiburan yang jauh lebih menyenangkan dibandingkan dengan hiburan yang mungkin mereka peroleh sebelumnya tanpa peralatan modern tersebut. Akibat dari menonton televisi bisa bermacam-macam. Di satu sisi anak bisa belajar secara lebih efektif dibandingkan dengan sebelum menggunakan Televisi tersebut, namun di sisi lain anak juga bisa termakan sendiri oleh peranti canggih tersebut, sehingga akhirnya justru berakibat negatif bagi pendidikan maupun perkembangan jiwanya secara sehat. Ambil contoh tayangan SmackDown yang telah menelan korban anak anak. Acara adu otot dibumbui banting bantingan yang penuh adegan kekerasan dan brutal ini ditiru oleh anak - anak. Ini baru masalah kekerasan belum lagi masalah pornography dan klenik yang kerap muncul dalam tayangan - tayangan televisi.

Memisahkan televisi dari anak - anak bukanlah tindakan yang bijaksana. Biar bagaimanapun televisi dapat dijadikan sumber informasi yang mendidik bagi anak - anak. Yang paling penting sekarang adalah bagaimana caranya mengatur pengkonsumsian TV  terhadap anak - anak. Menurut survei Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA) tahun 2006 memperlihatkan bahwa anak Indonesia menonton TV antara 30 - 35 jam per minggu, atau lebih dari 1500 jam per tahun. Angka ini jauh lebih banyak jika dibandingkan jam belajar anak yang bersekolah di sekolah dasar negeri yang hanya sekitar 750 jam per minggu.  Data - data ini dipaparkan oleh Nina Armando pada Sabtu (17/07/2010) di ruang seminar Universitas Kristen Indonesia dalam seminar Hari Tanpa TV. Nina yang sehari - hari adalah wakil dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menunjukkan beberapa kasus anak yang menjadi  korban akibat media televisi.  Dalam kesempatan ini orang tua diharapkan ikut mendampingi anak - anaknya saat menyaksikan acara di televisi. Orang tua harus pandai memilah milah acara mana yang pantas dan tidak untuk anak - anak.

Pada hari yang sama, Seto Mulyadi, tokoh anak - anak  yang dipanggil akrab dengan Kak Seto, hadir  di Universitas Kristen Indonesia memberikan kiat - kiat jitu bagaimana mengkonsumsi televisi untuk anak - anak, yang diberi istilah “ diet televisi” . Kreativitas  adalah kunci utama bagaimana orang tua dapat mengurangi waktu anak - anak didepan televisi. Kreativitas disini adalah lebih bagaimana orang tua dapat memanfaatkan waktu bersama dengan anak - anak, mulai dari bernyanyi, bermain bersama dengan keluarga. Disamping membawakan makalahnya kak Seto juga memperagakan aktifitas - akfitas sederhana yang dapat dilakukan oleh keluarga sebagai pengganti nonton TV.