Ikatan Alumni Universitas Kristen Indonesia (Ika UKI), Hari Jumat (18/6) menyerahkan komitmen bantuan beasiswa untuk mahasiswa daerah tertinggal yang berkuliah di UKI sebesar Rp 900 juta. Komitmen bantuan beasiswa tersebut diserahkan oleh Ketua Umum Ika UKI, Dr Dhaniswara K Harjono kepada Rektor UKI Ir Maruli Gultom di gedung Rektorat UKI, Cawang, Jakarta Timur. Rektor UKI mengatakan, dana bantuan dana tersebut akan digunakan untuk merekrut mahasiswa daerah tertinggal angkatan tahun akademik 2010/2011. Selain untuk membiayai perkuliahan, dana tersebut juga akan digunakan untuk biaya hidup sehari-hari, sehingga orangtua mahasiswa bersangkutan tidak perlu mengeluarkan biaya apa pun sampai anaknya menamatkan kuliahnya.
”Ini adalah bagian dari program Pendidikan Bebas Biaya Mahasiswa Daerah Tertinggal di UKI yang telah dimulai sejak tahun 2005. Dipersyaratkan bahwa mahasiswa yang dibiayai melalui program ini setelah tamat harus kembali ke daerahnya untuk mengabdikan diri pada pembangunan daerah dari mana dia berasal. Sejak tahun 1990, UKI secara terus menerus memberikan perhatian khusus kepada masyarakat dari daerah tertinggal di Indonesia. Daerah-daerah tertinggal seperti seperti Nias, Mentawai, Tapanuli Utara, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Sulawesi Selatan dan Papua -- walau dalam skala yang relatif kecil -- telah mendapat sentuhan pelayanan kasih melalui program pendidikan tinggi.
Melalui jalur beasiswa PGI-UKI telah dididik 350 pemuda-pemudi berbagai daerah dalam program ”Penyiapan Guru-Guru untuk Daerah Tertinggal”. Pada tahun 1997, Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPKM-UKI) membina 18 mahasiswa asal Mentawai pada berbagai jalur program studi. Tiga orang berkuliah di UKI dan 15 orang lainnya berkuliah di berbagai perguruan tinggi lain atas pembinaan LPKM-UKI. Pada tahun 2005, setelah terjadi Tsunami (2004) dan Gempa Bumi (2005) di Nias, telah direkrut 123 pemuda asal Nias untuk kuliah di 5 fakultas di UKI. Kini mereka telah lulus dan bekerja di berbagai tempat-- sebagian besar kembali dan bekerja di Nias, daerah asalnya, dan sisanya memilih bekerja di Jakarta.
Selain atas upaya mandiri, UKI memperoleh bantuan Yayasan Pelayanan Kasih A&A Rachmat sejak tahun ajaran 2009/2010. Dari kerjasama ini UKI membina 8 orang mahasiswa, yaitu Nias (4 orang), Mentawai (3 orang) dan Kalimantan Timur (1 orang). Mereka ditempatkan di asrama dan memperoleh pembinaan secara rutin.
Inilah bukti komitmen UKI dalam mendukung pembangunan SDM di daerah. Selain perhatian kepada masyarakat di wilayah tertinggal, UKI juga memberikan apresiasi terhadap atlet-atlet berprestasi dari berbagai cabang olah raga. Melalui program studi dan perkuliahan yang dinamis dan fleksibel, para atlet yang menjadi mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan dengan baik, tanpa meninggalkan aktifitas latihan dan turnamen.
Ke depan, UKI melalui Ikatan Alumni Universitas Kristen Indonesia (IKA-UKI) akan menambah jumlah beasiswa bagi para mahasiswa. Setiap tahun UKI akan merekrut 50 orang mahasiswa dari berbagai daerah tertinggal terutama Mentawai, Nias, Tapanuli Utara, Kalimantan Tengah, Papua dan Nusa Tenggara Timur. Mereka akan diarahkan menekuni bidang yang dibutuhkan untuk memajukan daerah masing-masing, antara lain, pendidikan, keteknikan (infrastruktur), kesehatan (terbatas), sosial politik, dan bahasa/administrasi. Mereka akan ditempatkan di Fakultas Teknik (Jurusan Elektro, Mesin, Arsitektur dan Sipil), FKIP (Jurusan Bimbingan Konseling, Bahasa Inggris, Matematika, dan Biologi) dan Fakultas Sastra (Jurusan Sastra Inggris) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (jurusan Hubungan Internasional dan Ilmu Komunikasi). Semua program pendidikan ditempuh untuk memperoleh gelar Sarjana (Strata 1) selama 4 tahun, dan Ahli Madya untuk D3 Fakultas Sastra yang ditempuh selama 3 tahun. Tidak ketinggalan, perhatian kepada kaum ekonomi lemah dan cacat akan memperoleh porsi khusus dalam menerima beasiswa hasil kerjasama antara UKI dengan lembaga-lembaga sponsor. (ied)
