Faculty of Letters Shares Love and Care

fakultasletter.jpg

Jakarta – Pada hari Sabtu (20/3), puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Senat Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Kristen Indonesia (SEMA FS UKI) mengadakan bakti sosial ke sekolah bagi anak jalanan yang diselenggarakan oleh sebuah Lembaga Swadaya Masyarat, Sahabat Anak, yang berlokasi di Jalan Tambak, Jakarta Pusat. Kegiatan tersebut bertema Faculty of Letters shares love and care, dan dilaksanakan sebagai sebuah tanggung jawab sosial mahasiswa FS UKI kepada lingkungannya serta wujud semangat Melayani, Bukan Dilayani yang menjadi semboyan Universitas Kristen Indonesia (UKI) selama ini. Bentuk aksi sosial yang dilaksanakan adalah melakukan kegiatan mengajar, seperti mengajar bahasa Inggris, matematika, dan menyanyi. Selain SEMA FS UKI, Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Sastra (BPM FS UKI) juga turut bergabung dalam aksi sosial ini. Respon yang baik atas kegiatan ini juga ditunjukan oleh Dekan Fakultas Sastra, Fajar S. Roekminto yang juga turut hadir untuk mendampingi SEMA FS UKI dan memberikan sambutan.

Acara dimulai dengan perkenalan, baik dari pihak anak-anak jalanan yang dikunjungi maupun dari SEMA FS UKI, yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan belajar mengajar, dengan terlebih dahulu membagi kelas-kelas berdasarkan usia dan kemampuan yang mereka miliki. Pada hari itu, hampir seluruh anggota SEMA FS UKI berpartisipasi secara aktif sebagai guru bagi anak-anak jalanan tersebut.

Tawa dan gembira pun tampak dari raut wajah anak-anak jalanan, yang mayoritas sehari-harinya berkerja sebagai pengamen, saat mendapatkan bimbingan belajar dari SEMA FS UKI. Mereka juga tidak sungkan dan canggung dalam berinteraksi serta berkomunikasi. Hal ini terlihat pada saat mereka bertanya hal-hal yang tidak mereka ketahui serta terlihat begitu bersemangat dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh guru-guru mereka, yang tidak lain adalah pengurus SEMA FS UKI. Meskipun usia mereka berada pada usia sekolah (7-18 tahun), kemampuan mereka sangat terbatas sekali, khususnya dalam membaca dan mengeja, jangankan dalam bahasa Inggris, dalam bahasa Indonesia sekalipun mereka masih terbata-bata. Hal ini disebabkan karena keterbatasan mereka dalam mengakses pendidikan akibat kondisi sosial ekonomi yang mereka hadapi.

Kegiatan belajar bersama SEMA FS UKI, yang juga diliput oleh salah satu stasiun televisi swasta tersebut diakhiri dengan makan siang. Kebahagian tampak dari raut wajah mereka, yang diekspresikan lewat sajian lagu yang dipersembahkan bagi SEMA FS UKI sebagai ucapan terimakasih atas ilmu yang sudah dibagikan. Di luar dugaan, mereka ternyata memiliki talenta yang luar biasa dalam menyanyi dan menari. Meskipun diiringi oleh alat musik sederhana, yang biasa mereka pergunakan sehari-hari untuk mencari uang, mereka mampu menampilkan totonan yang menarik sehingga banyak anggota SEMA FS UKI yang terkesan dan kagum akan kemampuan mereka. Lagu yang mereka tembangkan berjudul Sahabat, sebuah lagu yang dipopulerkan oleh grup band Lumier. Grup band yang pernah tampil dalam acara Jambore Anak Jalanan Sahabat Anak tahun 2009 tersebut ternyata sudah akrab dengan anak-anak jalanan yang dibina oleh Sahabat Anak, karena selain pernah mengunjungi mereka, Lumier bahkan meminta mereka menjadi pengisi video klip album lagu Lumier. Setelah selesai bernyanyi, mereka melanjutkan atraksinya dengan sebuah tarian yang mampu membuat SEMA FS UKI terkesima dengan penampilan mereka.  

Secara keseluruhan aksi sosial ini berakhir dengan baik dan ditutup dengan doa bersama, dengan tidak lupa memberikan sedikit bantuan dari sivitas akademia UKI, yang dalam hal ini diwakili oleh SEMA FS UKI. Bantuan tersebut diberikan tidak hanya kepada anak-anak jalanan binaan Sahabat Anak, melainkan juga kepada para pembinanya. Selain itu, SEMA FS UKI juga memberikan bingkisan berupa tas berlogo UKI serta beberapa dos baju layak pakai. Sekali lagi, kebahagiaan tampak terlihat dari wajah-wajah mereka saat menerima bingkisan dari SEMA FS UKI. Sebelum berpisah mereka berfoto bersama, untuk dijadikan sebagai kenang-kenangan. Beberapa mahasiswa SEMA FS UKI berpendapat bahwa kegiatan semacam ini jangan sampai berhenti begitu saja tapi dapat terus berlangsung, tidak hanya dilaksanakan oleh SEMA FS UKI, melainkan juga oleh SEMA dari fakultas lain, masyarakat dan semua pihak yang peduli terhadap kondisi anak jalanan. Semangat terus dan teruslah melayani Fakultas Sastra UKI. (OR)