Lomba Karya Tulis Ilmiah SMA se-Jabodetabek

P3060468.jpg

Jakarta – “Duh, panas banget ya hari ini!” Mungkin anda sering berkata seperti ini atau mendengar orang-orang berkata demikian. Anda memang tidak salah, dari data-data yang ada memang menyebutkan bahwa kondisi bumi dari tahun ke tahun semakin meningkat dan mengkhawatirkan. Anda juga tentu menyadarai makin banyak juga bencana alam atau fenomena-fenomena lainnya yang terjadi seperti banjir, longsor, semburan gas  dan lainnya yang terjadi dibeberapa daerah di belahan dunia belakangan ini. Mungkin anda masih bertanya-tanya atau sudah mengetahui apa yang menyebabkan kenapa akhir-akhir ini kondisi alam mulai berubah dan justru kian hari semakin panas. Ya, anda benar jika menjawab kalau kondisi ini memang muncul karena adanya pemanasan global yang membuat suhu bumi makin meningkat. Tapi sebenarnya apakah anda tahu apa itu pemanasan global dan apa yang menyebabkan terjadinya pemanasan global atau sering disebut dengan global warming ini?

Penyebab Global Warming?

Penelitian yang telah dilakukan para ahli selama beberapa dekade terakhir ini menunjukkan bahwa ternyata makin panasnya planet bumi terkait langsung dengan gas-gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktifitas manusia. Khusus untuk mengawasi sebab dan dampak yang dihasilkan oleh pemanasan global, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) membentuk sebuah kelompok peneliti yang disebut dengan International Panel on Climate Change (IPCC). Setiap beberapa tahun sekali, ribuan ahli dan peneliti-peneliti terbaik dunia yang tergabung dalam IPCC mengadakan pertemuan untuk mendiskusikan penemuan-penemuan terbaru yang berhubungan dengan pemanasan global, dan membuat kesimpulan dari laporan dan penemuan- penemuan baru yang berhasil dikumpulkan, kemudian membuat persetujuan untuk solusi dari masalah tersebut . Salah satu hal pertama yang mereka temukan adalah bahwa beberapa jenis gas rumah kaca bertanggung jawab langsung terhadap pemanasan yang kita alami, dan manusialah kontributor terbesar dari terciptanya gas-gas rumah kaca tersebut. Kebanyakan dari gas rumah kaca ini dihasilkan oleh peternakan, pembakaran bahan bakar fosil pada kendaraan bermotor, pabrik-pabrik modern, peternakan, serta pembangkit tenaga listrik.

 

Apa itu Gas Rumah Kaca?

Atmosfer bumi terdiri dari bermacam-macam gas dengan fungsi yang berbeda-beda. Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan istilah “gas rumah kaca”. Disebut gas rumah kaca karena sistem kerja gas-gas tersebut di atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari di dalamnya agar suhu di dalam rumah kaca tetap hangat, dengan begitu tanaman di dalamnya pun akan dapat tumbuh dengan baik karena memiliki panas matahari yang cukup. Planet kita pada dasarnya membutuhkan gas-gas tesebut untuk menjaga kehidupan di dalamnya. Tanpa keberadaan gas rumah kaca, bumi akan menjadi terlalu dingin untuk ditinggali karena tidak adanya lapisan yang mengisolasi panas matahari.

Kontributor terbesar pemanasan global saat ini adalah Karbon Dioksida (CO2), metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak), Nitrogen Oksida (NO) dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC). Rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin memperparah keadaan ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer. Setiap gas rumah kaca memiliki efek pemanasan global yang berbeda beda. Beberapa gas menghasilkan efek pemanasan lebih parah dari CO2. Sebagai contoh sebuah molekul metana menghasilkan efek pemanasan 23 kali dari molekul CO2. Molekul NO bahkan menghasilkan efek pemanasan sampai 300 kali dari molekul CO2. Gas-gas lain seperti chlorofluorocarbons (CFC) ada yang menghasilkan efek pemanasan hingga ribuan kali dari CO2. Tetapi untungnya pemakaian CFC telah dilarang di banyak negara karena CFC telah lama dituding sebagai penyebab rusaknya lapisan ozon.

 

Fenomena inilah hal yang menarik untuk dibahas dan diperbincangkan bahkan yang menjadi suatu gagasan yang baik untuk mengadakan lomba karya tulis ilmiah menyangkut tentang global warming ini. Hal ini kemudian menjadi ide bagi Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan Universitas Kristen Indonesia untuk menyelenggarakan lomba karya tulis ilmiah tentang global warming tingkat siswa SMA se-Jabodetabek. Sabtu (6/3) para finalis lomba ini pun diundang untuk mempresentasikan hasil karya tulisnya yang dilaksanakan di ruang Teleconfrence UKI Cawang, Jakarta.

 

Sepuluh finalis dari berbagai SMA ini mempresentasikan dan menjawab berbagai pertanyaan dari juri. Mereka pun menjelaskan tentang karya ilmiah yang merak buat namun seringkali pula mereka terlihat gugup saat menjawab pertanyaan seputar mengenai makalah yang mereka buat. Dalam kesempatan wawancara dengan beberapa finalis siswa, inilah yang menjadi ajang pertama kali mereka mengikuti lomba karya tulis ilmiah. “Kami mengikuti kegiatan ini karena ingin cari pengalaman baru aja, siapa tau bias menang”,ujar Firman, Indra, dan Firda, tim dari SMA Angkasa 2 Jakarta ini.

 

Saat diwawancara, beberapa siswa mengakui kalau dirinya gugup apalagi ini pertama kalinya bagi mereka mengikuti lomba semacam ini. “Saya merasa deg-degan saat mempresentasikan dan kurang begitu yakin saat hasilnya nanti dibacakan”,ungkap Rizky Mulya, siswa SMA Negeri 99 Jakarta ini.

 

Lain halnya lagi yang diungkapkan oleh Febian, siswa kelas 2 SMA Kristen Anglo Nasional ini mengutarakan dirinya siap ketika mempresentasikan didepan para juri, guru, serta para finalis lainnya. Ia bahkan sangat yakin kalau makalah yang ia tampilkan sangat bagus dan yakin menjadi juara I dalam lomba ini. Memang semangat dan rasa percaya diri yang kuat terlihat dari siswa ini ketika diwawancara saat istirahat makan siang sebelum pengumuman pemenang dibacakan. Hasilnya pun tepat, ia meraih juara I dalam lomba ini dengan karya tulisnya berjudul “Analisa pengaruh pemanasan global terhadap lingkungan”, dan berhak mendapatkan piala dan uang tunai senilai 1 juta rupiah. “Seneng banget rasanya bisa menang sebagai juara pertama dalam lomba ini”,ungkap Febian sambil tersenyum.

Hal yang sama dirasakan oleh Lutfi, salah satu finalis yang berhasil meraih posisi kedua dan berhak mendapatkan piala dan uang tunai 750 ribu rupiah. Siswi SMA Negeri 104 ini memang menjadi salah satu finalis yang diunggulkan dalam lomba ini. Judul karya tulisnya ialah “Peran generasi muda dalam menjaga keseimbangan lingkungan alam”. Sedangkan juara ketiga diraih oleh Yudithia, siswa SMA Negeri 107 dengan judul makalahnya “Mendaur ulang benda untuk mengurang sampah penyebab pemanasan global”. Ia pun berhak menerima piala dan uang senilai 500 ribu rupiah. Namun sayangnya ia tidak hadir dalam pengumuman pemenang kala itu. (OR)


UKI Mengadakan Try Out

 

 

P2200271.jpg

Jakarta 20 Februari 2010, sebanyak 152 siswa siswi dari berbagi SMA di Jabodetabek mengikuti Try Out UAN. Kegiatan yang dimotori oleh Senat Mahasiswa Sastra UKI bekerja sama dengan Quantum Institute berlangsung di Aula UKI pada pukul 9.00. Setelah melakukan try out, sekitar pukul 11 diadakan pembahasan soal - soal.
Dari kegiatan ini diharapkan siswa - siswi akan lebih siap menghadapi Ujian Nasional yang akan berlangsung bulan Maret 2010.


Diskusi Publik Terkait Isu Pemakzulan Presiden

SDC19925.jpg

Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia menggelar diskusi publik dengan tema “Menakar Peluang Pemakzulan Presiden Dalam Kasus Century”, Rabu (10/2). Dalam acara tersebut hadir para pembicara seperti Ruhut Sitompul (Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat yang juga menjadi anggota Pansus Century), Fazroel Rahman (Aktifis Politik), Syukur Nababan (anggota DPR RI Fraksi PDIP), Prof. Hermawan Soelistyo (pengamat politik), Jhonson Simanjuntak (Aktifis HAM), dan Daniel Yusmic (pengamat hukum). Sebagai keynote speaker saat itu Dr. Barita Simanjuntak yang juga selaku Dekan FH UKI. Diskusi yang diadakan di ruang seminar FH ini merupakan bentuk kegiatan yang diselenggarakan oleh Forum Diskusi DIPO 86 bekerjasama dengan Ikatan Alumni Fakultas Hukum (IKAFAH) UKI.

Terkait dengan kasus dana talangan atau Bail Out terhadap Bank Century yang kini masih menjadi wacana yang hangat di negara ini, muncul kemudian adanya isu akan pemakzulan terhadap Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dikalangan masyarakat saat ini. Hal inilah dikarenakan adanya dugaan pengaliran dana yang mencuat sekitar 6,7 triliun rupiah ini sebagian digunakan untuk dana kampanye Presiden pada pemilu tahun lalu. Hadirnya isu ini yang membuat diskusi tersebut berlangsung seru dan menarik. Beberapa pembicara pun melontarkan pemakzulan ini pada dasarnya belum kuat sehingga kemungkinan adanya impeachment terhadap presiden seperti yang pernah terjadi pada era Soeharto dan mantan presiden lainnya. (OR)

 

 

Atlet harus Berpendidikan

beritaFE.jpgFakultas Ekonomi UKI pada Kamis 4 Februari 2010, melakukan presentasi di hadapan jajaran pimpinan KONI Pusat. Acara ini berlangsung KONI kawasan Gelora Bung Karno. Kegiatan ini berlangsung  disela-sela rapat koordinasi terpadu bidang organisasi dan bidang Binpres KONI Pusat. Dalam kegiatan tersebut hadir Rita Subowo selaku Ketua KONI Pusat yang juga Alumni FE UKI , Dekan FE UKI D.Robert Tambunan S.E, M.T, beserta jajaran civitas akademisi lainnya. Presentasi dibuka oleh dosen ekonomi UKI,  Dr. Poerwaningsih S.E., M.T dengan memperkenalkan UKI secara Umum dan FE pada khususnya. Selanjutnya presentasi disambung paparan  oleh Dosen FE UKI Triyuti S.E., MM.Ak dan Staf ahli Komite Olimpiade Indonesia yang juga Dosen FE UKI Ronald F.Silaen, S.E., M.Si.,Ak yang mempresentasikan tentang sosialisasi pajak Negara  dan pemilikan NPWP.

Sasaran utama dalam presentasi ini adalah para atlet-atlet di Indonesia yang dibina oleh KONI. Kerjasama yang dilakukan FE UKI dengan KONI PUSAT ini bertujuan untuk mencerdaskan para atlet-atlet di Indonesia, para atlet diharapkan tidak saja berprestasi di dunia olahraga, tapi juga berprestasi dalam dunia pendidikan. Dekan FE UKI menambahkan, bahwa kehadiran Lembaga Pendidikan seperti FE UKI ini sangat dibutuhkan untuk mempersiapkan para atlet yang berjasa untuk dapat menggapai masa depan yang lebih baik.

Ketua KONI Pusat Rita Subowo menegaskan bahwa Atlet harus berpendidikan. agar mudah mendapatkan kesempatan untuk kesejahteraan atlet itu sendiri  nantinya. Kerjasama FE UKI  ini akan terus dilakukan sampai waktu yang tak terbatas, dan diharapkan tidak hanya dengan FE UKI saja, namun juga dengan perguruan-perguruan tinggi lainnya di Indonesia.   (REPORTER/Daniel Pietersz)


 

PELATIHAN KULTUR JARINGAN UNTUK GURU-GURU IPA/BIOLOGI SEJABODETABEK

 SABTU 12 DESEMBER 2009

kulturjaringan.jpg

            Di dalam buku pelajaran Biologi untuk SMA/MA, di Buku Biologi SMP/MTs telah dimuat suatu topik tentang kultur jaringan tumbuahan.  Kultur jaringan tumbuhan adalah sebagai suatu metode atau teknik untuk menanam dan memelihara suatu organ atau potongan kecil organ tumbuhan (embrio, tunas pucuk, akar, daun, bunga serta sel atau jaringan tumbuhan) pada media buatan dalam kondisi aseptis (bebas mikroba). Materi ini merupakan salah satu materi yang menarik dalam bidang Biologi karena siswa akan memahami bagaimana cara menghasilkan tanaman dengan jumlah banyak dengan kualitas yang baik  (tidak kalah dengan tanaman Thailand) serta  dengan waktu yang relatif singkat. Dengan mempelajari kultur jaringan tanaman juga diharapkan siswa makin mencintai kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia.

Banyak anggapan guru-guru IPA/Biologi bahwa untuk dapat melakukan praktek kultur jaringan  disekolah sekolah sangat sulit atau bahkan tidak mungkin, karena ada anggapan bahwa kultur jaringan tanaman membutuhkan biaya yang sangat besar dan peralatan yang canggih yang mengakibatkan guru enggan untuk mendalami atau berkreasi. Sebenarnya kultur jaringan sangat mungkin dilakukan disekolah mulai tingkat SMP dan SMA, tetapi diperlukan kreativitas dari guru atau siswa untuk mencari alternatif bahan atau alat yang mahal atau tidak ditenmukan disekolah misalnya untuk mengganti autoklaf dapat digunakan dandang, untuk araang aktif dapat digunakan norit, dll. Untuk memfasilitasi guru-guru tersebut prodi Biologi mengadakan pelatihan kultur jaringan untuk guru-guru IPA/Biologi sejabodetabek. Pelatihan ini dihadiri oleh 40 orang  guru yang berasal dari 35 sekolah. Sebagai Key note speaker adalah Dr Susiani Pubaningsih DEA (Pakar Kultur Jaringan UI). Pelatihan dimulai dengan pengenalan tentang kultur jaringan tanaman dan diikuti dengan praktikum. Pada saat penyajian materi dan praktikum peserta sangat antusias.

 


Akademi Fisioterapi (AkFis) UKI yang berdiri otonom sejak tahun lalu untuk pertama kalinya mengadakan kerjasama pendidikan dengan Persekutuan Pelayanan Kristen untuk Kesehatan di Indonesia (Pelkesi) wilayah II. Acara penandatanganan kerjasama ini dilaksanakan pada Jumat 15 Januari 2010 bertempat di Ruang rapat I Pelkesi RS PGI Cikini Jalan Raden Saleh 40 Jakarta, dengan penandatangan MOU Dr.med. Abraham Simatupang, dr., MKes., sebagai direktur AkFis UKI, dan Dr. Jongguk Naiborhu, SH, M.Kes., sebagai Ketua Umum pelkesi Wilayah II.


Kerjasama ini berisi mengenai sarana dan prasarana yang dimiliki Pelkesi wilayah II agar dapat dimanfaatkan secara baik oleh mahasiswa dan lulusan akFis sebagai lahan pekerjaan dan praktek langsung sebagai aplikasi dari ilmu fisioterapis yang sudah didapat selama perkuliahan.


Dalam wawancara seusai acara, direktur AkFis Dr.med. Abraham Simatupang, dr., MKes., yang akrab disapa Pak Bram mengungkapkan bahwa kerjasama ini sangat penting dan vital untuk merealisasikan program AkFis terutama terhadap pemberdayaan mahasiswa dan lulusannya “Tujuan kerjasama ini kami anggap sangat strategis, supaya ada motivasi yang baik dalam proses belajar mengajar dan setelah lulus minimal mendapat lahan pekerjaan geografis dan strategis yang dinaungi oleh Pelkesi, sekaligus sebagai promosi rekruitmen mahasiswa baru untuk memperlihatkan bahwa lulusan AkFis sangat terjamin masa depannya” ujarnya.


Dr. Jongguk Naiborhu, SH, M.Kes., Ketua Umum pelkesi Wilayah II pun menambahkan bahwa pada nantinya para mahasiswa dan lulusan dari AkFis diharapkan dapat mempergunakan kesempatan dalam kerjasama ini sebagus mungkin yabg memungkinkan terciptanya pemberdayaan didalam lapangan pekerjaan khususnya dalam ladang pelayanan “Saya berharap kerjasama ini dapat saling menguntungkan bersama-sama. Karena mahasiswa dan lulusan AkFis dapat berinteraksi secara langsung dalam prakteknya sebagai fisioterapis dan juga Rumah Sakit yang pastinya membutuhkan tenaga-tenaga sebagai mitra kerja pelayanan kesehatan”.


AkFis sendiri adalah lembaga pendidikan UKI yang sejak medio September 2009 berdiri otonom, setelah selama 25 tahun dibawah Fakultas Kedokteran UKI. Lembaga ini melahirkan  para ahli fisioterapis bersifat pelayanan, sebagai tenaga penunjang seperti perawat. Ruang lingkupnya adalah membantu rehabilitasi pada pasien pasca stroke, pasca operasi.dan trauma yang antara lain harus difungsikan kembali fungsi ototnya, terutama juga pada anak2 dengan kelainan alat gerak. Selain itu pula mereka bisa menjadi pendamping atlit olahraga dan fitness dalam menjaga dan menstabilkan kembali fungsi otot dan gerak.


Persekutuan Pelayanan Kristen untuk Kesehatan di Indonesia (Pelkesi) wilayah II yang berkantor di RS PGI Cikini sendiri adalah persekutuan pelayanan kesehatan bersifat nirlaba yang beranggotakan lembaga pelayanan, yayasan, dan rumah sakit yang mempunyai niat di dalam pelayanan. Pelkesi tersebar diseluruh Indonesia dengan lima wilayah tersebar. (Nial)


 



Green Action 5  “Toward Cawang Green Kampoeng”
Arsitektur UKI bantu wujudkan
kampung hijau yang sehat dan asri


greenft.jpgJakarta-Reporter, Sejumlah dosen, karyawan, alumni, dan juga mahasiswa jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia (UKI) mengadakan kegiatan seminar dan aksi penghijauan. Kegiatan yang bertemakan Green Action 5 Toward Cawang Green Kampoeng ini diselenggarakan di wilayah RW 06 Kelurahan Cawang, Jakarta Timur, Senin (30/11).


Kegiatan ini adalah kegiatan reguler tahunan yang bertujuan mewujudkan Cawang sebagai kampung hijau yang sehat, indah, dan asri. Tercatat pada tahun 2009 ini kegiatan Himpunan Mahasiswa Jurusan Arsitektur (HMJArs) ini telah berlangsung lima kali.
Green Kampoeng kali ini  diawali dengan  sarasehan dan penyuluhan kepada warga RT 05 dan RT 11 Kelurahan Cawang. Penyuluhan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan memotivasi tentang betapa pentingnya mewujudkan kampung hijau yang sehat, indah, dan asri kepada

masyarakat setempat. Sejak pagi warga kedua RT tersebut  mulai berdatangan ke Ruang Aula Kelurahan Cawang untuk mendengarkan penyuluhan penghijauan. Ceramah ini dibuka dengan sambutan dari Dekan FT UKI Dr.Ir. James Rilatupa., M.Si, kemudian sambutan dari Pembantu Rektor  Bidang Akademik  Prof. W.B.P Simanjuntak, dan selanjutnya Wakil Lurah Cawang Drs. Asep F. Jailani, serta tak lupa juga Ir. Heru Wicaksono sebagai alumni FT UKI dan lainnya.Mereka memberikan motivasi kepada warga untuk tetap semangat dalam mewujudkan kampung hijau. Salah satunya melalui gerakan penanaman tanaman diareal sekitar tempat tinggal warga. Mereka pun mendukung agar generasi muda seperti mahasiswa UKI punya perhatian dan tanggungjawab terhadap kondisi lingkungan hijau yang sudah semakin rusak.
Ir. Galuh Widati, MSc, Ketua Program Studi Arsitektur memberikan penyuluhan yang menekankan mengenai pentingnya penghijauan untuk mewujudkan kampung hijau yang sehat dan indah. Dalam kesempa

tan ini KaProdi Arsitektur FT UKI tersebut  menjelaskan secara garis besar Program dan Strategi dalam pencapaian Kampung Hijau Cawang dalam satu Tahun mendatang (2009 – 2010)., yang akan dilaksanakan bersama – sama oleh  Warga Kampung Cawang khususnya RW 06, dengan supervisi dari Teknik Arsitektur UKI.  Dalam kesempatannya pula ia mengimbau dan mengajak masyarakat di kelurahan Cawang untuk terus berupaya mendukung gerakan Green Action ini.
Tak ayal, ibu Harini Bambang Wahono (70) yang meraih  penghargaan bintang emas sebagai pelopor lahirnya kampung wisata Banjarsari, Jakarta Selatan, datang dan memberikan penyuluhan motivasi warga dan demo pengolahan sampah rumah tangga. Wanita yang akrab disapa Eyang Harini ini pernah belajar dan membagikan pengalamannya bersama warga di Filipina, Hongkong, dan lainnya. Walaupun usianya sudah  tua, semangat Ibu Harini i

ni dapat memacu gairah warga untuk tak bosan-bosan mengembangkan dan memelihara kampong mereka agar tetap terawat, bersih dan hijau.
Setelah penyuluhan ini, acara kemudian dilanjutkan dengan penataan  tanaman di Gang  didepan rumah-rumah warga RW 06, tepatnya RT 05 dan RT 10  Kelurahan Cawang, Jakarta Timur. Kegiatan ini pun dilakukan sebagai bentuk nyata dan aksi  perdana di Lingkungan perumahan menuju Cawang Green kampung. Puluhan pot berisi tanaman pun secara serentak disebarkan dan diletakkan di depan ataupun pekarangan rumah warga kedua RT tersebut

. Melalui kegiatan ini, kedua RT tersebut diharapkan dapat menjadi wilayah percontohan bagi warga RT lainnya diseluruh Kelurahan Cawang untuk melakukan hal yang serupa.  Sementara itu tiap RT di RW 06  (ada 11 RT) juga mendapatkan modal tanaman untuk dkembangbiakkan di area masing – masing. Selain menghijaukan Gang didepan rumah penduduk sejak 2 hari sebelumnya

mahasiswa Arsitektur juga melakukan “Green Wall Painting Creativity” yaitu menggambar Lorong  menuju Kampung Hijau menjadi lebih terang , bersuasana Hijau dan tidak menyeramkan.
Menurut Yogi,Mahasiswa Arsitektur FT UKI,  Ketua panitia Green Action5, ia bersama mahasiswa Arsitektur lainnya di Green Action berikutnya akan berupaya untuk tetap meneruskan kegiatan ini ke tahapan persoalan lingkungan yang lebih luas lagi seperti masalah drainage, sampah, rumah hemat energy, dan lain lain. Akan lebih maksimal hasilnya apabil

a seluruh Himpunan Mahasiswa yang ada di FakultasTeknik UKI (Elektro, Mesin dan Sipil) ikut mengambil bagian pada kompetensinya masing – masing. Akhirnya kegiatan ini ditutup dengan ramah tamah dan acara makan bersama antara Dosen, Karyawan, Mahasiswa dan Alumni Arsitektur  FT  UKI berserta warga setempat dari RW 06.  (FSP)




Hobi Menulis, Datangkan Hoki

Arswendo02.jpgEra informasi dan teknologi menjadi sebuah tantangan sekaligus peluang bagi masyarakat dunia. Arus informasi dan komunikasi saat ini tak lagi terbatas oleh ruang dan waktu. Disebut tantangan, karena kecepatan dan kegesitan mutlak dibutuhkan bila ingin memperoleh informasi terbaru. Di sisi lain, tantangan dimaksud juga menyediakan ruang dan peluang. Mengetahui informasi perkembangan terkini pada akhirnya bisa menghasilkan sebuah peluang untuk selangkah lebih maju dibanding yang lain. Media cetak atau media elektronik merupakan penyedia jasa informasi seperti berita, iklan, dan hiburan. Dengan demikian, kehadiran media baik cetak maupun elektronik merupakan salah satu jenis pekerjaan yang diidamkan banyak orang.

Media televisi adalah salah satu jenis media yang menjanjikan untuk bidang pekerjaan. Salah satu program acara yang belakangan makin diminati adalah sinema elektronik (sinetron). Animo masyarakat yang demikian, tentu saja memberikan peluang bagi penulis skenario. Penulis skenario kini menjelma menjadi sebuah pekerjaan yang menggiurkan. Pemahaman itulah yang menjadi dasar kegiatan Seminar Menjadi Penulis Skenario dan Peluang Kerja di Media Televisi. Acara ini sendiri diselenggarakan oleh Fakultas Sastra Universitas Kristen Indonesia dalam rangka Bulan Bahasa di Ruang Seminar Lantai III Kampus UKI Cawang, tertanggal 12 November 2009, dengan narasumber budayawan yang juga penulis ternama, Arswendo Atmowiloto.

Acara ini demikian menariknya hingga ruangan seminar sejak pukul 9 pagi telah dipadati oleh kurang lebih 200 peserta yang terdiri dari siswa/i perwakilan 25 sekolah menengah umum Jakarta dan mahasiswa/i UKI. Tingginya animo para peserta dalam mengikuti seminar terlihat dengan derasnya pertanyaan yang ditujukan kepada Arswendo. Seminar yang dimoderatori oleh Dekan Fakultas Sastra UKI ini sesekali pecah oleh gelak tawa dan applaus peserta karena presentasi seminar yang dibawakan Arswendo kerap mengocok perut dan sedikit menyentil peserta. Presentasi penulisan skenario yang dibawakan arswendo demikian sederhana, sehingga para peserta pun dapat mengerti apa yang disampaikan pemilik rumah produksi PT Atmochademas Persada yang telah membuat sejumlah sinetron seperti “Keluarga Cemara” yang memperoleh Panasonic Award 2000 sebagai acara anak-anak favorit.

Materi seminar yang ia beri judul Menulis skenario itu gampang sekali, apalagi kalau hobi, yang penting punya lobi, dari situ datang hoki” ini lebih memberi pengetahuan mendalam tentang dunia penulisan, yang menurutnya susah-susah gampang. “Menulis skenario itu susah-susah gampang, tergantung kita punya niat dan kemauan menulis apa ngga” katanya ketika menjawab salah satu pertanyaan dari peserta. “Langsung saja tulis apa yang ada dibenak mu, pelan-pelan dan nanti lihat sendiri hasilnya” tambah budayawan dengan nama kecil sarwendo itu.

Ia juga menjawab beberapa pertanyaan yang cukup krusial dari sebagian besar peserta yang bertanya, seperti bagaimana mengembangkan tulisan untuk dipublikasikan kepada masyarakat, terutama mengirimkan naskah dan tulisan kepada penerbit. “Kirim dan coba saja. Ngga usah malu-malu. Penulis “Laskar Pelangi” Andrea Hirata atau Rendra (WS Rendra) sekalipun dulu ngga pede buat ngirim ke penerbit, tapi gara-gara temannya yang ngirim akhirnya sukses dimuat loh,” paparnya kepada peserta. Pemaparan lebih jauh adalah pengalaman dirinya bahwa hobi menulis perlu dilihat sebagai suatu prospek cerah masa depan yang dapat mendatangkan hoki jika kita dapat mengelolanya dengan baik.

Penjelasan paling menarik dari Arswendo adalah mengenai banyaknya masyarakat yang enggan mengirimkan karyanya karena menilai dirinya bukan siapa-siapa “Saya pernah mengirimkan karya ke media cetak tapi pake nama palsu. Eh diterbitkan juga loh. Jadi yang penting itu karyanya, bukan kita itu siapa” tegasnya. Ketika ia ditahan pada 1990 selama lima tahun karena kasus jajak pendapat “siapa yang menjadi tokoh pembaca” pada tabloid Monitor, ia menghasilkan tujuh buah novel, puluhan artikel, tiga naskah skenario dan sejumlah cerita bersambung lainnya. Sebagian dikirimkannya ke berbagai surat kabar, dengan menggunakan alamat dan identitas palsu, seperti cerita bersambungnya, "Sudesi" (Sukses dengan Satu Istri), ia menggunakan nama "Sukmo Sasmito". Nama-nama lain pernah dipakainya adalah “Lani Biki”, "Said Saat" dan "B.M.D Harahap". Secara keseluruhan seminar, yang didominasi oleh para siswa ini, mampu memotivasi para peserta untuk lebih mengenal dunia penulisan terutama menulis skenario. Menurut Randika salah satu peserta dari SMU 107, acara ini kaya akan ilmu dan pengetahuan yang menjadi patokan bagi diri dan teman-temannya untuk dapat menulis dengan baik. “Pengalaman Arswendo sangat menarik dan berharga bagi kita melihat lebih jauh ke depan tentang dunia penulisan terutama menulis skenario” katanya.

Lain lagi diungkapkan oleh Nadia dari SMU 74 yang menurutnya kemasan acaranya yang disajikan sangat menarik dan materi membuatnya terpacu untuk mengenal lebih jauh mengenai dunia penulisan.”Acaranya keren, apalagi materi skenarionya menarik banget” katanya. Acara yang disertai dengan pemberian kenang-kenangan kepada Arswendo dari pihak kampus UKI berupa lukisan karay Ni Wayan Handoko yang juga alumnus FS UKI. Di ujung acara penampilan memukau Joy Tobing mampu menyihir peserta untuk turut menyanyi. Ada kecerian dari para peserta karena mereka pulang dengan membawa ilmu dan motivasi berharga yang dapat mengubah hobi menjadi hoki. (Niel)