Header Image

Seminar & Workshop “Kreatifitas Bersama AMOS Clay”

Seminar & Workshop “Kreatifitas Bersama AMOS Clay”
universitas kristen indonesia.jpg

“Kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan, dan orisinalitas dalam berpikir serta mengelaborasi suatu gagasan, itulah kreatifitas menurut Munandar,” ungkap Agstried Elisabeth  dalam paparan seminarnya yang bertema ‘Perkembangan Anak dan Kreatifitas’ Sabtu lalu (1/10), Universitas Kristen Indonesia, Cawang, Jakarta.
Acara yang dihelat atas kerja sama UKI, Gramedia, dan AMOS (Arts & Craft) Clay tersebut bertajuk “Kreatifitas Bersama AMOS Clay”. Dihadiri terutama oleh para guru Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, maupun Sekolah Minggu dari berbagai gereja . Beberapa dari perkumpulan gereja tersebut ialah HKBP Cawang, HKBP Sutoyo, HKBP Kramat Jati, GKJ Pondok Gede, BPIB Effatha, GKKI Harvest, GKI Ampera, dan juga para guru yang berasal dari sekolah formal seperti Penabur turut hadir serta para peserta lain yang berasal dari dalam UKI maupun Luar UKI.
“Kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama UKI, Gramedia, dan AMOS Clay dalam rangka untuk membangun kreatifitas baru dalam pembuatan produk clay yang saat ini sedang cukup diminati karena hasil produk tersebut lucu dan unik. Ditambah lagi, kami berharap mungkin hal ini dapat membantu para guru yang khususnya mengajar anak-anak bisa memanfaatkan cara kreatif lain lewat permainan untuk mentransfer pelajaran yang disampaikan,” kata Hanna Pertiwi Nababan sebagai Ketua Pelaksana dari pihak HUMAS UKI.
Clay yang dalam arti sesungguhnya adalah tanah liat, tetapi selain terbuat dari tanah liat, clay juga ada yang terbuat dari bermacam-macam bahan tetapi adonannya memiliki sifat seperti clay (liat/dapat dibentuk) dan juga dapat dibuat secara aman bagi lingkungan ataupun anak-anak. Keingintahuan para Ibu guru dan Bapak guru yang hadir mengenai produk kreatif clay menambah hangat suasana yang berjalan dengan interaktif. Namun, sebelum masuk pada bagian workshop langsung membuat bentuk beragam dengan clay, para peserta pun diajak berdiskusi langsung dengan psikolog muda, Ibu Agstried Elisabeth selaku pembicara pada sesi pertama yaitu seminar mengenai ‘Perkembangan Anak dan Kreatifitas’.
Kegiatan tanya jawab pun berlangsung aktif dari para peserta perihal poin khusus tentang kreatifitas yang harus ditimbulkan kepada anak-anak. “Kreatifitas sudah pasti harus digali dan terus diasah agar hal tersebut juga dapat berpengaruh terhadap pola pikir anak supaya ia tidak harus selalu berpikir ‘seragam’ dengan anak lainnya,” ujar Ibu psikolog muda yang juga dosen di UKI tersebut sambil terus tersenyum ramah kepada para peserta. 
Saat memasuki workshop pelatihan pembuatan clay yang sesungguhnya, keriuhan penuh semangat dari para peserta sontak terdengar. Rasa tak sabar untuk langsung mencoba membuat produk clay yang lucu dan unik itulah, maka mereka dengan seksama mendengarkan dan mengikuti arahan dari Pak Darmawan Budiman yang adalah perwakilan dari Gramedia, dan juga Ibu Fatma dari AMOS yang memberikan intruksi dan peragaan langsung teknik dasar membuat produk dari clay tersebut.

Di penghujung  acara, dipilihlah enam hasil paling kretif, bagus, dan lucu dari para peserta dalam membuat clay  pun mendapat bingkisan menarik. Juara pertama jatuh pada Ibu Victoria, seorang guru dari SDK 4 Penabur. “Acara seperti ini sangat bagus bagi kami para guru agar ada tambahan cara lain untuk menghadapi anak-anak agar kita dapat membuat sesuatu yang mereka sukai tapi juga sambil mengasah daya kreatif belajar anak,” jawab Ibu guru yang berhasil membuat kelinci lucu lengkap dengan wortelnya ini saat ditanyai tim reporter UKI di akhir acara. (Nad)

Seminar Amos Clay di UKI.JPG

Amos Clay - UKI.JPG

Amos Clay 2.JPG

Seminar Amos Clay di UKI 2.JPG

seminar dan workshop Amos Clay.JPG

Amos Clay.JPG

Seminar Amos Clay di UKI 3.JPG

Amos Clay universitas kristen indonesia.JPG