Header Image

Persiapan Menuju Dunia Kerja di Tahun 2011

Tantangan dan peluangnya di tahun 2011

Kuliah Umum Universita Kristen IndonesiaIndonesia 2011, Tantangan dan Peluang: Persiapan Menuju Dunia Kerja
 
Era modern sekarang ini, dunia kerja menuntut banyak hal. Salah satunya mengenai profesionalisme. Bukan hanya sekedar ilmu atau gelar yang diperlukan, tetapi masih ada hal lain yang perlu dimiliki. Apalagi jika terkait dengan lulusan khususnya dari perguruan tinggi baik swasta maupun negeri. Tidak salah sejak dari sekarang untuk membiasakan melatih diri sebelum terjun dalam dunia nyata, dunia kerja nanti. Demikian disampaikan oleh Wakil Presiden Direktur Bank Central Asia (BCA) Jahja Setiaatmadja awal pembukaan seminar di ruang Aula Universitas Kristen Indonesia, Jakarta, Senin (28/20).
 
Dalam kesempatannya Jahja memberikan pemaparan terkait dengan tema seminar Indonesia 2011, Tantangan dan Peluang: Persiapan Menuju Dunia Kerja. Dalam seminar tersebut beliau menyampaikan tiga bagian penting diantaranya Pembangunan Global, Pembangunan Indonesia Masa KIni, dan Tantangan dalam Dunia Bisnis.

Terkait pembangunan global sekarang, Jahja menerangkan beberapa hal yang penting dan masih menjadi fokus dunia hingga kini. Ia menyebutkan hal tersebut antara lain global economic imbalance, sovereign debt, poverty, global warming, radicalism, dan climate anomaly. Tidak hanya itu saja, isu sosial politik yang sedang bergejolak seperti yang terjadi beberapa waktu belakangan ini di negara-negara Timur Tengah mempengaruhi kondisi pembangunan dunia saat ini.

Sementara itu, mengenai perkembangan pembangunan Indonesia saat ini beliau mengatakan dari segi ekonomi pendapatan perkapita meningkat. Hal itu meningkat dari 2005 hingga 2010. Namun, beliau menilai masih ada berbagai hal lain masih menjadi perhatian pemerintah kedepan terutama mengenai kemiskinan, pengangguran (unemployment), tingginya korupsi di Indonesia.

Selain itu, ia menilai pemerintah juga perlu meningkatkan kembali usaha negara dari sektor perkebunan dan pertambangan. Bahkan Jahja mengungkapkan bahwa sector telekomunikasi menjadi salah satu usaha penting untuk meningkatkan ekonomi Indonesia. Ia menambahkan, supaya meningkatkan pembangunan pemerintah juga harus memperhatikan sektor manufacturing untuk dikembangkan.

Menyikapi tantangan bagi dunia akademisi, peraih penghargaan Property and Bank Award 2010 sebagai The Most Favourite Leadership of The Year ini memberikan tanggapannya. Ia menilai tenaga produktif meningkat dari 160 juta menjadi 180 juta. Karena itu dibutuhkan peran pemerintah agar membantu terbukanya kesempatan kerja yang banyak. Ia menambahkan, hal ini didasarkan masih banyaknya lulusan perguruan tinggi atau Sarjana (S1) yang belum diterima bekerja pada berbagai perusahaan.

Fenomena pengangguran kategori sarjana yang masih tinggi saat ini dikarenakan sejak kuliah para mahasiswa tidak mau melatih dirinya untuk siap menghadapi dunia nyata, dunia kerja. Para mahasiswa belum sepenuhnya memahami dan memiliki jiwa entrepreneur atau mampu berwirausaha dengan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri baginya. Inilah salah satu tantangan besar bagi dunia akademisi.

Sosok yang telah bekerja di BCA sejak 21 tahun lalu itu memberikan pesannya di depan ratusan peserta seminar baik pimpinan UKI dan fakultas, dosen, karyawan, maupun mahasiswa. Bagi mahasiswa, ia berpesan agar mulai melatih diri lebih baik. Untuk mencapai target, perlu melatih diri dengan rasa kemauan keras, punya rasa percaya diri, disiplin, sistematis, latihan berulang-ulang dari hal kecil. Selain itu ia juga mengingatkan agar tidak mudah putus asa, melatih kepemimpinan dan terus menjalin komunikasi dengan lingkungan atau orang lain.

“Namun, ada hal yang tak boleh terlupakan. Kita tetap harus mensyukuri setiap apa yang kita kerjakan dan terima segala kritikan untuk memperbaiki diri. Yakinilah bahwa kesuksesan itu bukan diukur dari pencapaian suatu materi tetapi bagaimana kita belajar dan mendapat pengalaman melalui setiap tahap atau proses yang kita alami dalam dunia nyata nanti,” ungkap Jahja mengakhiri paparannya.