Pengukuhan Guru Besar Program Studi Teknik Sipil
Prof. Ir. Ika Bali, M.Eng., Ph.D.
Softened Strut-and-Tie Method sebagai Cara Alternatif Prediksi Kekuatan
Dinding Geser Beton Bertulang pada Bangunan Tingkat Rendah
Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki daerah rawan gempa yang sangat luas. Untuk itu dalam perencanaan bangunan perlu diperhitungkan kemampuan struktur dalam menahan beban gempa, mengingat banyaknya kerusakan bangunan pasca gempa. Berdasarkan laporan peninjauan pasca gempa Yogya 2006, seluruh bangunan yang mengalami kerusakan adalah bangunan tingkat rendah yang memiliki ketinggian 1 sampai dengan 6 lantai. Sebanyak 42% dari bangunan yang mengalami kerusakan adalah bangunan beton bertulang.
Hasil laporan tersebut menunjukkan bahwa bangunan beton bertulang tingkat rendah rawan terhadap kerusakan gempa. Kerusakan yang terjadi mayoritas akibat kurang kuatnya kolom dan detailing kolom yang tidak daktail. Indikasi kerusakan yang sama terjadi pada bangunan beton bertulang tingkat rendah yang rusak (94,6% dari total bangunan yang rusak) seperti yang terjadi pada gempa Chi-Chi 1999, Taiwan.
Salah satu penyebab utama keruntuhan bangunan adalah akibat kurang kuatnya kolom dan detailing kolom yang tidak daktail. Dari gempa Chi-Chi terlihat ada bangunan beton betulang tingkat rendah yang bertahan setelah mengalami gempa Chi-Chi 1999, Taiwan (ABRI, 1999). Bangunan tersebut dapat bertahan terhadap beban gempa yang besar karena memiliki dinding geser sebagai sistem penahan beban gempa. Hal ini memperkuat pernyataan Fintel (1991) bahwa dinding geser sebagai elemen penahan gempa lebih efektif dibandingkan dengan sistem rangka.
Dinding geser/shear wall sebagai salah satu elemen struktur penahan gempa sudah banyak dipelajari perilaku dan kekuatannya. Salah satu metode prediksi kekuatan dinding geser yang sangat dikenal adalah cara ACI (American Cooncrete Institute) yang juga diadopsi oleh peraturan beton bertulang Indonesia.
Cara lain untuk memprediksi kekuatan dinding geser adalah metode Softened strut-and-tie. Kata “softened” mengacu kepada pentingnya fenomena perlemahan yang berarti bahwa beton bertulang yang retak akibat tekanan menunjukkan kekuatan dan kekakuan yang lebih rendah daripada beton yang tertekan secara uniaxial.
Metode ini sudah mengalami uji verivikasi secara experimental dan hasilnya telah terbukti bahwa Softened strut-and-tie jauh lebih akurat dan lebih konsisten dibandingkan cara ACI.Sehingga Metode Softened strut-and-tie/SST dapat dijadikan cara alternatif.
Singkat Tentang Ika Bali
Ika Bali , hari kamis tanggal 15 Desember 2011 dikukuhkan sebagai guru besar Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia (UKI). Dalam upacara pengukuhan tersebut Ika Bali membawakan pidato yang berjudul “ Softened Strut-and-Tie Method sebagai Cara Alternatif Prediksi Kekuatan Dinding Geser Beton Bertulang pada Bangunan Tingkat Rendah “ . Dengan dikukuhkan Ika Bali, UKI saat ini mempunyai guru besar sebanyak 41 orang. Ika Bali dilahirkan di Muara-Enim, South Sumatera, Indonesia tahun 1966. Menempuh pendidikan S1 di Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Indonesia diselesaikan pada Maret 1991. Melanjutkan studi S2 di AIT (Asian Institute of Technology) Thailand, School of Civil Engineering, diselesaikan April 1997. Pendidikan S3 ditempuh di NTUST (National Taiwan University of Science and Technology), Taiwan, Department of Construction Engineering, Structural Engineering, diselesaikan pada Mei 2007.
