Pengobatan Gratis UKI Pasca Banjir Karawang

Jakarta - Tingginya volume air sungai Citarum mulai dari Kamis (18/3) yang terus meningkat, mengakibatkan beberapa daerah di Karawang terendam air. Penyebab utama banjir ini adalah dibukanya air di Waduk Jatiluhur Purwakarta karena volume air di Jatiluhur yang semakin banyak akibat kiriman dari Saguling dan Kabupaten Bandung yang terus diguyur hujan. Selain itu, banjir ini juga diakibatkan karena pendangkalan Sungai Citarum, sehingga tanggul menjadi rendah dan banyaknya tumpukkan sampah yang menghalangi aliran air.
Pasca banjir yang melanda Karawang dan sekitarnya ini, cukup rentan dalam pemunculan dan penyebaran penyakit terutama untuk batita dan balita. Untuk itu, pada Jumat (23/4/2010), Lembaga Pelayanan Kerohanian dan Konseling (LPKK) Universitas Kristen Indonesia (UKI) menggelar pengobatan gratis bagi batita dan balita, korban banjir di Kelurahan Nagasari Kecamatan Karawang Barat, Jawa Barat.
Antisipasi aktif dalam pengobatan gratis pasca banjir Karawang yang dilakukan Tim dari UKI, disambut dengan hangat oleh ratusan warga sekitaran Kelurahan Nagasari Karawang Barat di antaranya daerah Babakan Cianjur, Babakan Asem, dan Babakan Kawung.
Salah seorang korban banjir dari Kampung Bantar Kawung, Kelurahan Nagasari, Ny Yeti (33), mengaku datang ke pengobatan gratis karena tidak memiliki uang yang cukup untuk memeriksakan kesehatan putrinya, Azelia yang baru berusia 3 bulan. Selain itu juga karena khawatir, penyakit gatal-gatal dan batuk tidak berdahak yang diderita anaknya ini menjadi berkepanjangan.
"Ketika rumah saya terendam banjir, saya tidak langsung mengungsi karena masih berharap air segera surut. Anak-anak banyak yang sakit, setelah banjir surut. Anak saya saja terkena gejala cacar. Kebetulan banget ada pengobatan gratis ini." kata Ibu Yati (30) yang sedang mengantri pemeriksaan dokter sambil menggendong Muhammad Fhatan, putranya yang baru berusia 6 bulan.
Penyakit infeksi saluran pernafasan banayk diderita oleh sebagian besar anak-anak balita dan batita yang datang untuk diperiksa. Menurut Dr. Sri Tanamal., MS, dosen Ilmu Kesehatan FK UKI yang juga dokter yang memeriksa para pasien, jumlah pasien yang datang berkisar 150-an pasien. “Semuanya terdiri dari anak balita dan batita, beberapa ibu hamil dan orang lanjut usia.” ujarnya.
“Walaupun hanya dengan 2 minggu sosialisasi kepada warga sekitar, antusias para ibu yang memiliki balita dan batita yang datang begitu luar biasa. Banyak yang datang jauh-jauh hanya untuk memeriksakan kesehatan anaknya.” ujar Bapak Wiwit (35) koordinator setempat. Setiap pasien yang datang diperiksa oleh dokter dan diberikan obat yang sesuai dengan kondisi si pasien. Selain diberikan obat-obatan dan vitamin, para pasien balita dan batita-pun diberikan susu dan kacang hijau dan telur rebus.
Kelurahan Nagasari yang diwakili oleh Sekretaris Kelurahan, Bapak Supandi mengucapkan terima kasih kepada pihak UKI dan beberapa orang yang membantu terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, aksi sosial pengobatan gratis ini sangat tepat sasaran dan berdampak besar untuk para korban banjir khususnya para batita dan balita di Kelurahan Nagasari. “Semoga kegiatan ini tidak berhenti disini saja” ujarnya ketika diwawancarai.
Kepala LPKK, Pdt. Dra. Ester Rela Intarti menjelaskan bahwa Diakonia (pelayanan sosial) melalui pengobatan gratis bagi batita dan balita ini diadakan dalam rangka meneladani kasih Kristus kepada sesama. “Bukan hanya kepada saudara seiman saja, akan tetapi juga kepada semua orang. Seperti teladan Kristus yang mengasihi semua orang. Selain itu juga kegiatan ini juga merupakan salah satu pengabdian UKI kepada masyarakat.” tambah Ibu Ester. Walaupun dengan dana yang sangat minim, akan tetapi dengan semangat dan kerelaan hati yang kuat akhirnya kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik dan lancar. (Rachmi Tarachman)