Exploring Local Wisdom for Building Peace

Era globalisasi sekarang ini semakin menantang kita menumbuhkan rasa toleransi tinggi terhadap banyaknya perbedaan; suku, ras, agama, ataupun bahasa. Semangat akan cinta kasihlah yang mampu mendorong pemahaman kita akan semua perbedaan tersebut hingga terciptanya kesejahteraan dan perdamaian dunia. Untuk itulah, Universal Peace Federation (UPF) of Indonesia, Universitas Kristen Indonesia (UKI), dan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) bersama-sama menyelenggarakan Seminar Interfaith Harmony & Global Cooperation 2012 dengan tema Menggali Kearifan Lokal dalam Rangka Menciptakan Perdamaian, di ruang Seminar Universitas Kristen Indonesia pada (10/02), Cawang, Jakarta.
Sambutan hangat dari UKI diwakili oleh Wesley Simanjuntak selaku Pembantu Rektor Akademik. Pembukaan acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh Paduan Suara Pemuda Gafatar. Kemudian doa bersama oleh Robert Tambunan, Dekan Fakultas Ekonomi UKI.
Acara tersebut menghadirkan sejumlah pembicara yang memaparkan langsung topik akan pentingnya penciptaan perdamaian dunia; antara lain, Abdul Wahid Maktub, Penasihat Khusus Menteri Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi; Agus Sartono, Deputi
Menteri Pendidikan dan Agama; dan pada sesi diskusi panel, menghadirkan Imam Addaruqutni dari Institut Muhammadiyah yang memberikan penjelasan singkat tentang sejarah dan tujuan dari perayaan perdamaian tersebut dan kontribusinya. Para hadirin pun penuh semangat menyatakan keprihatinan dan pandangan mereka mengenai pentingnya aksi perdamaian ini.
Setelah presentasi video singkat tentang Federasi Perdamaian (Universal Peace Federation)/UPF oleh Ursula McLackland, Sekretaris Daerah Umum UPF Asia, menguraikan tentang 'Prinsip Umum Perdamaian & Rekonsiliasi' (Universal Principles of Peace & Reconciliation), ialah dasar bersama bagi kerjasama antar agama dan rekonsiliasi. Sedangkan Mahful M. Tumanurung, Ketua Gerakan Fajar Nusantara, memberikan pandangannya akan perkembangan sejarah melalui sejarah agama dan menekankan perlunya 'Jelajahi Kearifan Lokal untuk Bangunan Damai '. Lalu, setelah sebuah lagu indah oleh Paduan Suara Gafatar, Nyoman Udayana, Kepala bagian pendidikan Parisadha Hindu Dharma Indonesia, menjelaskan prinsip utama dari iman Hindu yang melihat seluruh dunia sebagai satu keluarga.
Di akhir acara tersebut tak lupa wakil pimpinan UKI memberikan plakat pada para pembicara sebagai kenang-kenangan dan berfoto bersama juga dengan beberapa hadirin yang ikut pula mengajak pembicara untuk berfoto.




