
Frienship Through Culture
Kalimat ini merupakan sebuah tema musik lintas budaya pada salah satu gelaran yang diadakan oleh Universitas Kristen Indonesia. Bekerjasama dengan Kedutaan Besar Argentina (Embassy of Argentina), UKI menggelar workshop dan konser musik yang dihadiri salah satu grup band perkusi cukup terkenal asal Argentina, Los Pinguos.
Los Pinguos merupakan sebuah grup musik bergaya Latin yang beraliran fusion jazz. Beberapa lagu hasil karyanya seperti Soluna sempat menjadi original soundtrack film layar lebar. Dalam rangka tur musim panasnya ke Indonesia, Los Pinguos menggelar konsernya di UKI sebelum mengikuti acara di Bali Spirit Festival 23-27 Maret ini.
Grup musik beranggotakan lima orang ini menggelar konser pertamanya di Indonesia, tepatnya di UKI Cawang Jakarta, 22 Maret 2011. Namun, saat lawatannya ke Indonesia termasuk pada penampilan mereka di Bali, mereka datang hanya dengan empat personel saja. Mereka ialah Adrian Buono (gitar dan vokal), Jose Agote (gitar dan vokal), Juan Manuel Leguizamon (cajon dan vokal) dan Santioge Lee (bass dan vokal). Mereka akan memainkan hampir semua komposisi musik seperti Jaque, Esperanza, Mi Vida, Contigo dan Maltida Corazon.
Pada penampilannya di UKI, mereka akan berkolaborasi dengan salah satu grup musik Marusya Chamber Music seperti Tico-tico dan Fumaza karya Los Pinguos. Marusya Chamber Music (MCM) yang dipimpin oleh Marusya Nainggolan, pianis sekaligus salah seorang komponis wanita Indonesia ini mengabungkan beberapa alat musik dalam satu grup seperti perkusi, xylophone, gitar, bass electric, cajon, gendang, maracas, rebana, dan perkusi Balu.
Penampilan mereka juga akan disambut dengan pembukaan dari UKI students choir (paduan suara mahasiswa /PSM UKI) dengan sejumlah lagu daerah seperti Jali-Jali, Sigulempong, Ampar-Ampar Pisang, Anytime You Need a Friends, I Believe Tommorow dan Vaya Con Deos.

