
Alumnus UKI MEMEGANG TEGUH NILAI KEJUJURAN
(pidato rektor UKI disampaikan dalam acara wisuda tahun akademik 2010- 2011)
Shallom
Salam sejahtera bagi kita semua
Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, atas perkenanNya
kita dapat berkumpul hari ini dalam upacara Wisuda Sarjana Baru Universitas Kristen Indonesia (UKI) tahun 2011. Kepada para wisudawan beserta keluarga, kami mengucapkan Selamat atas pelantikan sebagai alumnus yang kini berhak menyandang gelar kesarjanaan program studi yang telah diselesaikan.
Perjuangan menuntut ilmu bertahun hingga mencapai gelar kesarjanaan tentulah bukan perjuangan yang ringan. Berbagai rintangan dan masalah harus dihadapi dan diatasi. Mulai dari masalah pribadi yang berbeda dari mahasiswa yang satu ke mahasiswa yang lain, sampai kepada masalah pelayanan kepada mahasiswa yang kadangkala menyulitkan baik oleh dosen maupun petugas administrasi / keuangan. UKI memang tidak mampu memanjakan mahasiswanya dengan berbagai kemudahan dan kemewahan yang ditawarkan oleh universitas lain. Namun sadar atau tidak, segala ketidak mudahan itu telah menempa setiap alumnus UKI menjadi sarjana yang tangguh dan berdaya juang tinggi.
Dengan kerendahan hati, saya atas nama dosen dan karyawan Universitas Kristen Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan kami dalam melayani para wisudawan selama menuntut ilmu di almamater UKI. Kami dari waktu ke waktu, akan terus berusaha memperbaiki segala kekurangan yang ada sehingga dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi para mahasiswa.
Para wisudawan yang kami kasihi,
dengan perjuangan yang tidak ringan anda telah berhasil menyelesaikan satu fase kehidupan. Kini saatnya anda memasuki fase kehidupan berikutnya, memasuki dunia kerja. Bermodalkan keilmuan yang selalu ideal, anda akan terjun dalam dunia nyata di tengah masyarakat. Anda akan menemukan kesenjangan yang lebar antara teori yang serba ideal dengan pragmatisme dunia nyata yang serba praktis. Selain intelektualisme, dibutuhkan kearifan untuk menjembatani kesenjangan tersebut.
Tingkat kesulitan yang lebih berat akan anda hadapi di dunia nyata. Persaingan merebut kesempatan kerja yang semakin langka, gaji yang tidak seimbang dengan tingkat pendidikan, persaingan dalam peningkatan karir, dan berbagai kenyataan pahit ditengah kehidupan bangsa kita membayangi anda ketika melangkkan meninggalkan dunia kampus.
Selaku rektor, saya berharap agar wisudawan bisa segera mendapatkan pekerjaan tanpa terlalu banyak memilih karena pilihan saat ini memang tidak banyak. Jadilah pekerja yang JUJUR, tangguh, bijak. Bekerja keraslah di manapun anda nanti mendapatkan pekerjaan. Kesuksesan karir tidak dapat diraih dengan bekerja ala kadarnya. Saya berharap kelak kalian dapat menyamai bahkan melampaui prestasi para senior kalian seperti yang telah diraih oleh Agung Laksono - Menko kesra, Subiakto Tjakrawerdaya menteri koprasi, Aulia Pohan - Deputy Gubernur BI, Darwin Suzandi - Direktur Bank BNI, Albert Hasibuan tokoh hukum di jajaran nasional dan internasional, Teras Narang - Gubernur Kalteng, Irman Gusman - Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI, Tjiptaning Ribka - ketua komisi DPR, dan banyak alumni senior lainnya.
Mencari kerja menjadi pegawai kemudian meniti karir sebagai profesional adalah satu pilihan. Namun pilihan lain yang lebih baik adalah bewiraswasta
menjadi pengusaha. Setelah memiliki pengalaman cukup sebagai profesional, berpikirlah untuk memulai usaha sendiri. Pengalaman kerja akan sangat membantu dalam membuka usaha sendiri. Negeri kita yang tingkat pengangguran saat ini sangat tinggi, sangat membutuhkan banyak entreuprenur untuk menciptakan lapangan kerja bagi jutaan anak bangsa yang sangat membutuhkan. Cita cita didirikannya Universitas Kristen Indonesia tidak berhenti sebatas turut mencerdaskan kehidupan bangsa. Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah untuk memampukan bangsa kita mewujudkan kesehteraan seluruh rakyat Indonesia. Melalui alumnuslah cita cita ini dapat diwujudkan.
Para wisudawan yang berbahagia dan hadirin sekalian,
Keadaan bangsa kita saat ini masih jauh dari kesehjateraan yang dicita citakan ketika kemerdekaan Republik Indonesia di proklamasikan 66 tahun yang lalu. Salah satu penyebabnya adalah korupsi yang semakin merajalela dan semakin brutal.
Begawan ekonomi almarhum Prof. Soemitro semasa hidupnya pernah menenggarai bahwa anggaran belanja negara yang semula diperkirakan mengalami kebocoran hingga 40 % dan hanya 60 % yang sampai pada tujuannya telah berbalik menjadi
60 % bocor dan hanya 40 % yang sampai pada tujuan. Prasarana yang menjadi pra syarat peningkatan taraf ekonomi rakyat tidak pernah mampu dibangun sesuai dengan kebutuhan. Korupsi telah memperkaya segelintir orang namun telah memiskinkan rakyat Indonesia.
Korupsi diawali oleh nafsu serakah manusia yang ingin hidup mewah melebihi kemampuan penghasilannya. Materi telah menjadi tuhan di hati banyak warga bangsa. Kehormatan tidak lagi diukur dari kearifan atau budi sesorang melainkan dasri seberapa banyak harta yang dimilikinya, terlepas dari bagaimana dia memperoleh harta itu.
Para wisudawan yang kami kasihi,
UKI telah mendidik kalian untuk menjadi intelektual yang jujur, rendah hati, dan mengasihi sesama sesuai dengan ajaran nilai kristiani.
Intelektual yang rendah hati tidak akan menjadikan materi sebagai ukuran derajat seseorang.
Intelektual yang jujur tidak akan melakukan tindakan korupsi, karena korupsi adalah perbuatan curang dengan mengambil yang bukan hak. Intelektual yang jujur jugatidak akan memberi suap kepada siapapun karena itu berarti tidak ikut menyburkan tindakan korupsi.
Alumnus UKI, dimanapun anda kelak bekerja, sebagai pegawai negeri ataupun swasta, janganlah pernah pernah tergoda untuk melakukan tidak korupsi. Korupsi di pemerintahan ataupun swasta sama jahatnya. Keduanya telah memiskinkan bangsa Indonesia.
Korupsi dipemerintahan adalah perampokan uang negara alias uang rakyat. Sementara itu, korupsi diperusahaan akan mengurangi laba perusahaan, dimana 35% laba perusahaan adalah hak negara berupa pajak. Karena itu korupsi diperusahaanadalah juga perampokan uang rakyat. Di sisi lain, korupsi di perusahaan milik swasta atapun negara, akan menghambat pertumbuhan perusahaan itu sendiri. Ini akan menghilangkan peluang kesempatan kerja bagi anak bangsa yang seharusnya tercipta oleh berkembangnya perusahaan.
Alumni UKI adalah duta almamater. Sebagai intelektual bangsa, yang dididik menurut nilai dan moral kristiani di UKI, anda kini turut bertanggung jawab dalam menegakan kembali nilai-nilai KEJUJURAN, kebenaran dan keadilan ditengah-tengah kehidupan bangsa dan masyarakat kita.
Anak didik kami para wisudawan dan wisudawati yang tercinta,
Suka tidak suka, dipundakmu kini terpikul beban menjunjung tinggi nama almamater. Kesuksesan para alumni akan membawa nama haru bagi almamater. Sebaliknya, kegagalan alumni dalam karir, terutama kegagalan akhlak di tengah masyarakat akan mencoreng nama baik lamamater. Citra almamater telah tercemar oleh kerapnya peristiwa tawuran di masa lalu. Meski sudah lebih dari setahun peristiwa tawuran sudah tidak lagi terjadi di kampus UKI Salemba maupun UKI Cawang, citra tawuran tersebut masih melekat di benak masyarakat. Hendaklah kalian menciptakan citra baru UKI di tempat kalian berkarya. Tunjukanlah bahwa alumnus UKI bukanlah petarung jalanan. Alumnus UKI adalah pejuang-pejuang kemajuan bangsa, yang peka terhadap nasib bangsa yang semakin jauh tertinggal dari bangsa lain. Karena itu, peliharalah idealisme yang kalian pegangselama masa mahasiswa, janganlah pernah terjangkit penyakit masyarakat yang saat ini sudah sangat parah, yang telah membuat bangsa ini tidak pernah bisa bangkit dari keterpurukan. Hendaklah anda teguh selalu, memelihara idealisme keadilan dan kebenaran. Peganglah teguh nilai KEJUJURAN, karena akan tiba saatnya anda menjadi pemimpin. Bersiaplah menjadi pemimpin yang JUJUR dan tidak korup.
Akhir kata, kepada para dosen dan staff pengajar, serta seluruh civitas akademika UKI, saya tidak lupa mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas jerih payah dan dedikasi ibu dan bapak sekalian dalam mendidik anak-anak bangsa yang dititipkan pada kita, sehingga mereka bisa diwisuda hari ini. Semoga para alumnusmuda ini adalah sarjana yang bermutu dan berakhlak tinggi, menghayati dan mengamalkan makna “Melayani Bukan Dilayani”, yang mengabdikan dirinya untuk kemajuan bangsa.
Semoga Tuhan memberkati bangsa Indonesia, memberkati UKI dan kita semua.
Shaloom.
Jakarta, 24 Oktober 2011
Universitas kristen Indonesia
Ir. Maruli Gultom
Rektor
