Pengertian perpustakaan
Perpustakaan bisa diartikan gedung, bangunan,ruangan yang digunakan untuk menyimpan buku atau terbitan lainnya dan digunakan untuk keperluan penggunanya, bukan untuk di jual.
Peranan perpustakaan dalam Masyarakat
Kehadiran perpustakaan dalam peradaban manusia sudah berlangsung selama berabad-abad,namun sekalipun mendapat banyak hambatan, eksistensinya tetap dipertahankan. Mengapa? Karena perpustakaan mempunyai fungsi yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
Selanjutnya sebagai tambahan pengetahuan akan diuraikan beberapa fungsi perpustakaan di masyarakat
Apa saja fungsi perpustakaan tersebut? Ada lima fungsi perpustakaan yang perlu difahami dan semua fungsi bisa dilaksanakan di sebuah perpustakaan, namun pelaksanaan fungsi tersebut sangat ditentukan oleh kesepakatan antara pengelola dan pengguna perpustakaan/ pemakainya sendiri agar kelak tidak terjadi pemborosan dalam pembiayaan karena koleksi tidak digunakan .
a. Sebagai sarana simpan karya manusia
Menyimpan karya manusia dalam berbagai bentuk,terutamakarya cetak(buku, majalah, karya tulis lainnya seperti makalah, hasil penelitian)
Maupun karya non cetak atau karya rekaman (kaset pringan hitam, CD, VCD dan lain sejenisnya) Perpustakaan yang melaksanakan kegiatan ini biasanya berfungsi sebagai “arsip umum” bertugas menyimpan khazanah budaya hasil masyarakat.
Disetiap negara tugas ini diemban oleh Perpustakaan Nasional atau
Dikenal juga dalam nama yang sering kita dengar“National Library”
.
b. Fungsi Informasi
Perpustakaan menyediakan informasi yang diperlukan atau diminta oleh masyarakat yang dilayaninya,baik menjawab pertanyaan melalui informasi koleksi yang dimiliki perpustakaannya atau mencari dari sumber lain di luar perpustakaannya bila perpustakaannya tidak memiliki sendiri.
c. Fungsi Rekreasi
Masyarakat dapat memperoleh informasi/bacaan yang sifatnya menghibur atau menikmati rekreasi kultural dengan cara membaca koleksi tercetak atau menonton melalui koleksi audio visual dan lainnya (jika perpustakaan memilikinya).
Fungsi rekreasi ini tampak nyata pada perpustakaan umum,disebut umum karena dikelola dengan dana umum (masyarakat setempat) dan terbuka umtuk umum,tanpa memandang kelompok umur,kelamin,suku, agama umur, kelamin, agama, suku, ataupun warna kulit.
d. Fungsi Pendidikan
Perpustakaan merupakan sarana pendidikan nonformal dan informal,yang dimaksud perpustakaan merupakan tempat belajar di luar bangku sekolah maupun tempat belajar dalam lingkungan umum. Dalam hal ini yang berkaitan dengan pendidikan non formal ialah perpustakaan umum sedangkan yang berkaitan dengan pendidikan informal ialah perpustakaan sekolah dan perpustakaan peerguruan tinggi.(Banyak contoh nyata dapat dikemukakan beberapa tokoh dunia yang memperoleh pendidikan informal
melalui perpustakaan ,tokoh dari Rusia, Lenin ketika melarikan diri dari Rusia dan bersembunyi di Swiszerland telah menghabiskan diperpustakaan dan memperoleh bahan yang sangat bermanfaat.Demikian juga Abraham Lincoln,Presiden AS ke 16, Jawaharlal Nehru (PM I India), Karl Marx, juga seperti Lenin telah menghabiskan waktunya dengan berbagai bacaan yang tersedia di perpustakaan.Sampai hari ini masih banyak dapat ditemukan orang-orang yang berpengetahuan luas karena rajin memanfaatkan sumber informasi yang terdapat diperpustakaan.
e. Fungsi Kultural
Perpustakaan merupakan tempat untuk mendidik dan mengembangkan apresiasi budaya masyarakat.Pendidikan ini dapaat dilakukan dengan menyelenggarakan pameran,ceramah ,pertunjukan kesenian,pemutaran film bahkan bercerita untuk anak-anak.Dengan cara demikian masyarakat dididik mengenal budayanya(budaya memiliki arti segala ciptaan manusia.
Kelima fungsi yang telah diuraikan sebelumnya masih dilaksanakan oleh berbagai perpustakaan sampai sekarang namun dengan adanya kemajuan informasi teknologi,penampilan perpustakan sudah berbeda rupa karena tidak semata bergantung pada koleksi cetak tetapi sudah banyak ditemukan dibeberapa tempat perpustakaan yang koleksinya dapat diakses dari sarana komputer,dikenal sebagai perpustakaan elektronik atau “electronic library”) Perpustakaan dalam bentuk ini akan segera menjadi pilihan beberapa lembaga pendidikan sesuai dengan bidang ajarnya dan kemampuan pengelola(sdm yang tersedia)dan anggaran yang dialokasikan oleh lembaga yang menaunginya untuk mengembangkan perpustakaannya menjadi
“e- library “ atau dikenal juga dengan nama “digital library”
Selanjutnya agar pemanfaatan perpustakaan dapat berlangsung dengan optimal,pemakai perpustakaan perlu mengerti apa yang menjadi prinsip diselenggarakannya sebuah perpustakaan.
Ada beberapa prinsip kepustakawanan yang perlu diketahui,diantaranya:
Perpustakaan diciptakan oleh Masyarakat
Bahwa sejak dahulu kala tujuan perpustakaan selalu identik dengan tujuan massyarakat. Dalam hal ini tujuan perpustakaan Politeknik DEL Informatika harus identik dengan tujuan masyarakat Politeknik DEL Informatika . Agar tujuan tercapai semua yang menjadi civitas akademika harus mempunyai komitmen dan selalu konsisten terhadap kehadiran perpustakaan tersebut, dipihak lain Perpustakaan harus selalu membantu penyebarluasan pendidikan dengan cara menyediakan kemudahan belajar.
Perpustakaan Dipelihara oleh Masyarakat.
Karena penciptanya adalah masyarakat mau atau tidak masyarakat pulalah yang harus memelihara hasil karyanya.Sepanjang sejarah selalu ada usaha untuk merusak perpustakaan. Bagaimana keadaan serupa dapat terjadi pada perpustakaan Politeknik DEL? Jika seluruh civitas akademika tidak menggunakan koleksi perpustakaan dengan benar,tidak mentaati peraturan perpustakaan dan sebagainya atau tidak peduli,dengan perkataan lain seluruh civitas akademika harus menjaga dan memelihara kelangsungan perpustakaannya.
Sebagai contoh kelak apabila saudara telah berhasil menunaikan tugas belajarnya,sebaiknya saudara sebagai alumni sudi memberi sumbangan buku untuk almamaternya agar dapat digunakan oleh adik kelasnya.
Perpustakaan dimaksudkan untuk Menyimpan dan Memancarkan Ilmu Pengetahuan.
Dalam hal ini perpustakaan harus terbuka untuk masyarakat pemakainya ,harus selalu menjadi tempat yang selalu di kunjungi.,tempat untuk selalu dapat menemukan kembali informasi yang luas ruang lingkupnya.Informasi yang ada di dalamnya harus digunakan oleh seluruh masyarakat civitas akademika. Hal ini berarti informasi tidak boleh dimonopoli oleh sekelompok orang tertentu ,oleh karena itu sangat perlu membuat kesepakatan yang ditaati bersama.
Perpustakaan merupakan Pusat Kekuatan
Seorang ilmuwa terkenal pada abad menengah bernama Roger Bacon mengatakan dalam bahasa Latin “Nam et ipsa scientia potestas est” atau dalam bahasa Indonesia dapat diartikan ilmu pengetahuan adalah pusat kekuatan dan dalam bahasa Inggeris dikenal dengan ungkapan “knowledge is power ” pada masa kini sanagt dikenal dengan ungkapan “informasi adalah kekuatan”. Oleh karena itu PI Del sebagai sebuh lembaga yang melaksanakan pendidikan dengan penekanan bidang informatika haruslah benar benar dapat menjadi unggulan / kekuatan sebagai orang orang yang nantinya menjadi pencipta informasi.Anda semua harus mampu memanfaatkan kekuatan informasi yang ada di perpustakaan PI Del.Bukan orang orang yang hanya melaksanakan tugas tugas kelas tanpa didukung oleh penguasaan literaatur.
Perpustakaan harus berkembang.
Prinsip ini lebih ditujukan kepada paara pendiri, kepala perpustakaan dan para pendidik /Dosen.
Informasi yang ada dalm koleksi perpustakaan tidak boleh statis .Ia haarus terus menerrus dikembangkan mengikuti kemajuan dan perkembangan ilmu pengeeetahuan dan teknologi.Oleh karena itu para dosen dan kepala perpustakaan harus selalu mengikuti perkembengan berbagai disiplin ilmu terutama karena pada umumnya ilmu ilmu sekarang ini tidak lagi berdiri sendiri tetapi sudah merupakan ineterdisiplin ilmu.
Mempersiapkan silabus yang selalu diperbaharui karena peerkembangan ilmu harus selalu dilakukan jauh sebelum tahun ajaran dimulai,sehingga buku buku yang digunakan dapat disediakan di perpustakaan sebelum awal perkuliahan dimulai.
Setiap buku pasti ada manfaatnya
Prinsip ini berlaku bagi seluruh civitas akademika.Perpustakaan sebagai tempat menyimpan informasi dan menyebarakan informasi harus dibantu oleh para dosen agar koleksi tidak menjadi barang pajangan yang tersusun rapi di perrpustakaan..Tapi informasi yang terkandung dalam koleksi perpustakaan harus dikeluarkan untuk dimanfatkan,dikuasai oleh para anak didik ,oleh sebab itu para pendidik harus secara teratur mendorong para mahasiswa untuk menggali informasi yang ada dengan memberikan penugasan secara teratur untuk setiap mata ajar yang diberikan.Tugas tugas kelompok maupun tugas perorangan dengan menggunakan buku tertentu akan sangat bermanfaat.
Seorang Pustakawan adalah seorang Pendidik
Prinsip ini perlu dimengerti oleh Pendiri dan Pustakawan.karena kedudukan pustakawan di sebuah perpustakaan sebagai “agen modernisasi” Pustakawan harus mampu menjadikan perpustakaan sebagai sarana belajar bagi pemakainya.
Pustakawan harus selalu memperoleh kesempatan meningkatkan keahliannya melalui Pelatihan dan tambahan Pendidikan.
Karena tanpa tambahan pendidikan dan pelatihan pustakawan akan tenggelam dalam pelaksanaan tugas rutin dan tidak akan mampu mengikuti perkembangan yang diperlukan bagi perpustakaannya, baik mengenai jenis koleksi, jumlah koleksi dan meningkatkan jenis pelayanan perpustakaan bagi pemakainya.
Perpustakaan harus disusun menurut aturan tertentu serta perlu dibuat daftar koleksinya.Koleksi perpustakaan harus digunakan agar ada manfaatnya , tapi agar dapat digunakan oleh pemakainya maka koleksi tersebut perlu ditata dan diatur menurut susunan tertentu.Pengaturannya dapat menurut subyek,pengarang ataupun jenis buku,misalnya jenis fiksi atau biografi.
Dalam masa sekarang untuk membantu mencari informasi yang diperlukannya pada umunya perpustakaan menggunakan kartu katalog yang memuat data bibliografis tentang sebuah buku/dokumen sedangkan ,dengan berkembangnya teknologi informasi saat ini sudah banyak perpustakaan yang dilengkapi dengan katalog elektronik dengan menggunakan bantuan komputer.
Karena informasi yang disimpan pada umumnya berisi ilmu pengetahuan maka koleksi harus disusun menurut SUBJEK.
Prinsip ini dapat menggunakan berbagai pilihan seperti klasifikasi desimal Dewey,Library of Congress maupun Universal Decimal Classification.
