Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna H. Laoly Hadiri Dies Natalis Program Pascasarjana UKI ke- 24
last updated 18-11-2019
Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna H. Laoly Hadiri Dies Natalis Program Pascasarjana UKI ke- 24
JAKARTA, REPORTER UKI
Menteri Hukum dan HAM RI, Prof. Yasonna H. Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D, menghadiri Dies Natalis Program Pascasarjana UKI ke-24, Sabtu 16 November 2019 di Aula Kampus Pascasarjana UKI. Prof. Yasonna Laoly memberikan kuliah umum dalam Seminar Nasional dengan tema “Membangun SDM Unggul yang Pancasialis dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 Guna Mencapai Society 5.0.”

Menteri Hukum dan HAM RI menekankan bahwa membangun Sumber Daya Manusia yang Pancasilais merupakan upaya yang tidak mudah dikarenakan membutuhkan peranan secara menyeluruh baik dari unsur penyelenggara negara, maupun unsur dari berbagai elemen di masyarakat. Unsur penyelenggara negara diketahui telah melakukan upaya-upaya penguatan hukum, yaitu salah satunya dari pembentukan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.

Yasonna H. Laoly menjelaskan, “Selain itu dari sisi pembentukan peraturan perundang-undangannya, pemerintah juga telah melakukan upaya penguatan hukum dengan berpedoman pada Undang-Undang No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan juga Undang-Undang No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yang hubungannya dengan penyelenggaraan pemerintahan dalam menyusun suatu regulasi memperhatikan Ideologi Pancasila, sebagai pemerintahan yang toleran.”

“Bukan hanya Pemerintah, lapisan elemen masyarakat juga mempunyai peran penting dalam Membangun Sumber Daya Manusia yang Pancasilais dalam menghadapi era revolusi Industri 4.0 guna menghadapi society 5.0 tersebut, yaitu dalam ikut menjaga perilaku kemanusiaan yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila sebagaimana telah disampaikan dalam pembahasan,” ungkap Prof. Yasonna H. Laoly.

Dalam seminar nasional turut hadir Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Prof. Ainun Na’im, Ph.D, M.B.A. Di hadapan sivitas akademika UKI, Prof. Ainun Na’im mengungkapkan strategi menghadapi era digital di masa depan, “Pemerintah berkomitmen menyusun kurikulum pendidikan yang telah memasukan materi human digital skills, meningkatkan investasi di pengembangan digital skill, selalu mencoba dan menerapkan prototype teknologi terbaru, melakukan kolaborasi antara dunia industri, akademisi dan masyarakat untuk identifikasi permintaan dan ketersediaan skill bagi era digital di masa depan. Dan tentu saja membumikan Pancasila.”

Ketua Umum KADIN, Rosan Perkasa Roeslani, MBA, mengingatkan peluang besar untuk mempercepat pembangunan kewirausahaan yang kompetitif adalah dengan Revolusi Digital. Teknologi Digital bisa mendorong pemerataan akses informasi, pemasaran, bahkan keuangan sampai ke pelosok-pelosok dan juga sampai ke rakyat dengan kapasitas ekonomi mikro. 

“Hal ini harus di manfaatkan dan dikelola dengan baik supaya tidak berbalik mengancam ekonomi Pancasila karena menghasilkan raksasa eksploitasi baru yang menjajah dan menghisap perekonomian masyarakat banyak,” ujar Ketua Umum KADIN, Rosan Perkasa Roeslani, MBA.

Perayaan Dies Natalis Program Pascasarjana UKI semakin meriah dengan pemotongan kue oleh Rektor UKI, Dr. Dhaniswara K. Harjono, S.H., M.H., dan Direktur Program Pascasarjana UKI, Dr. Bintang Simbolon, M.Si.

Selamat Ulang Tahun Program Pascasarjana UKI !


(Fransiska Lusuba)
HMS_1185.JPG