Kak Seto : Mahasiswa Zaman Now Harus Mengenal Potensi Diri
last updated 11-07-2019
Kak Seto : Mahasiswa Zaman Now Harus Mengenal Potensi Diri
JAKARTA, REPORTER UKI
”Kurikulum sekolah haruslah ramah anak dan berpihak pada hak anak. Guru-guru dapat memberi masukan ke dinas pendidikan terkait kurikulum pendidikan agar implementasinya bermanfaat untuk kepentingan anak, " ujar Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, Dr. Seto Mulyadi, M.Psi di acara Seminar Kepribadian yang digelar FKIP UKI di Kampus Universitas Kristen Indonesia, Cawang (09/07).

Kak Seto meminta agar seluruh elemen masyarakat dapat melindungi dan mendidik anak. Masyarakat hendaknya melaporkan ke pihak yang berwenang jika menemukan tindakan kekerasan pada anak-anak. Pendiri Yayasan Mutiara Indonesia juga mengingatkan agar mahasiswa belajar dalam keadaan gembira, menggali kreativitas dan jangan lupa untuk bermimpi demi masa depan. 

Seminar dengan tema 'Improving Self Personality' ini menghadirkan pembicara lainnya yaitu Dosen FKIP UKI,  Evi Deliviana, M.Psi. Ibu Evi menjelaskan pola pikir ialah cara berpikir yang mempengaruhi perilaku dan sikap seseorang atau sekelompok orang. Pola pikir dapat berubah ketika seseorang mampu mengubah cara pandangnya terhadap potensi yang dimiliki.

“Mahasiswa zaman now haruslah memiliki karakter pekerja keras dan berwawasan yang luas dan mendalam. Mahasiswa sebaiknya memiliki pola pikir memperbaiki diri  jika mengalami kegagalan. Setiap mahasiswa haruslah mengenal potensi diri dan dapat mengontrol diri sendiri. Anak Indonesia hendaknya terbebas dari adiksi pada suatu hal, “ ungkap Evi Deliviana. 

Rangkaian acara bertambah meriah dengan nyanyian, tarian dan games yang dibawakan Kak Seto. Peserta seminar antusias mendengarkan, bertanya dan berbagi pengalaman dengan Kak Seto. Salah satu peserta seminar yang merupakan guru TK, menanyakan bagaimana cara agar anak-anak murid TK dapat beradaptasi di sekolah saat mulai berpisah dengan orang tua.

“Anak-anak Taman Kanak-Kanak tidak diharuskan membaca, menulis, berhitung. Pendidik Taman Kanak-Kanak dapat menjadi sahabat anak dengan cara yang kreatif. Misalnya dengan mengajarkan anak-anak berimajinasi dengan berbagai hal positif,”ujar Kak Seto. 

(Fransiska Lusuba)