Pementasan: “Apakah Cinta Sudah Mati?” oleh Teater KAKI UKI
last updated 12-04-2019
 Pementasan: “Apakah Cinta Sudah Mati?” oleh Teater KAKI UKI
JAKARTA, REPORTER UKI
Teater KAKI (Komunitas Anak UKI) mempersembahkan pementasan: "Apakah Cinta Sudah Mati?". Sebuah kisah perjuangan cinta dua insan William kepada Siti yang saling mencinta, namun terhalang oleh adanya perbedaan suku yang menyebabkan perpecahan. Adanya rasa saling mendominasi antar ketiga suku dengan membanggakan perbedaan dari suku masing-masing. Kejahatan evil devil tak mampu mengalahkan cinta yang ada di dalam hati manusia. Tiga kerajaan suku Legam, Bau dan Menor akhirnya mempersatukan dan merayakan cinta William dan Siti.

Sutradara dari pertunjukan kali ini, Venantius Vladimir dan asisten sutradara, Daniel Mangaraja. Pertunjukan dilaksanakan di Aula Lantai 3 Universitas Kristen Indonesia, Cawang, Jakarta Timur (05/04). Ada sekitar 50 orang yang terlibat sebagai pemain dan kru dalam pertunjukan kedua ini. Mahasiswa dari berbagai fakultas telah berjuang bekerja selama lima bulan membantu pementasan ini.

“Kami ingin menampilkan sesuatu yang baru dan berbeda bagi UKI tentunya agar UKI semakin berwarna dalam kesehariannya. Kecintaan dan bakat kami pada seni peran, dituangkan dalam unit kegiatan mahasiswa Teater KAKI. Nama Teater Kaki diambil dari simbol pergerakan menuju UKI yang hebat,“ ujar Eldaa Suryani, Stage Manager dalam pementasan "Apakah Cinta Sudah Mati?".  

Pertunjukan Teater didukung sepenuhnya oleh Rektor UKI, Dr. Dhaniswara K. Harjono, S.H., M.H. MBA, Dekan Fakultas Sastra UKI, Susanne Sitohang, S.S., M.A dan Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni, Hanna Pertiwi Nababan, S.Sos., M.I.Kom, serta tentunya seluruh sivitas akademika UKI. Susanne Sitohang, merupakan penggagas pertama berdirinya teater UKI ini.

Teater KAKI diresmikan oleh Rektor UKI pada tanggal 31 Mei 2018. Pementasan: “ Apakah Cinta Sudah Mati ?” adalah produksi ke-2 kedua yang dilakukan oleh Teater KAKI. Teater KAKI adalah wadah bagi mahasiswa/i UKI untuk mengembangkan bakat dalam dunia seni peran, menjadi wadah untuk membangun rasa percaya diri serta menjadi komunitas positif dalam mengembangkan talenta.

(Fransiska Lusuba)
IMG_3144.JPG