Kodam Jaya Dukung AP UKI Berikan Penyuluhan Perbankan Masyarakat Balaraja
last updated 26-07-2018
Kodam Jaya Dukung AP UKI Berikan Penyuluhan Perbankan Masyarakat Balaraja
JAKARTA, REPORTER UKI

Bank memegang peranan penting di suatu negara untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Kesejahteraan masyarakat khususnya para pedagang akan semakin meningkat dengan adanya bantuan modal dari perbankan.

Akademi Perbankan Universitas Kristen Indonesia (AP UKI) menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dan bakti  sosial bekerja sama dengan Kodam Jaya Jayakarta di SMA Negeri 1 Balaraja, Tangerang (24/7/2018). Penyuluhan perbankan ini disampaikan kepada pedagang di sekitar Balaraja, Tangerang. Kodam Jaya juga melakukan karya bakti sosial penanaman pohon di wilayah Kodim 0510/Tigaraksa. 

Direktur Akademi Perbankan UKI Dr. Lis Sintha, S.E., M.M., membuka acara dengan mengingatkan para pedagang akan pentingnya akses modal dari perbankan untuk kelangsungan usaha. 

“Masyarakat jangan takut dan jangan minder untuk berkunjung ke bank. Bapak dan Ibu boleh bertanya apa saja kepada petugas. Bank merupakan badan usaha yang menghimpun dana dalam bentuk simpanan, lalu menyalurkan dana tersebut ke masyarakat dalam bentuk kredit. Tujuannya adalah untuk meningkatkan taraf hidup rakyat. Saat ini sudah banyak bank yang menyalurkan dana untuk pengembangan usaha rakyat,” terang Dr. Lis Sintha.

Dosen Akademi Perbankan UKI, Ir. Yusuf Rombe M.Si., yang ikut hadir juga menerangkan bahwa para pedagang dapat mengajukan pinjaman kredit pensiun bagi keluarga PNS dan kredit pada koperasi. Manajer Bank Yudha Bhakti ini juga menyarankan agar pedagang selalu menyetorkan setiap hasil penjualan kepada bank sehingga tidak mengalami kesulitan saat harus membayar angsuran. 

Pimpinan Bank BNI KK UKI Cawang, Lisje Anita Mantiri S.Pt sebagai perwakilan dari Bank memberikan penjelasan tentang kredit usaha.

 “Pedagang bisa mendapatkan tambahan modal usaha melalui Kredit Usaha Rakyat. Dana yang didapatkan sebesar Rp 25.000.000 – Rp 500.000.000 dengan suku bunga 7% per tahun. Syaratnya adalah penerima kredit telah memiliki usaha yang telah berjalan minimal selama 6 bulan dan mengasilkan laba. Kredit Usaha Rakyat dapat diajukan perorangan dan menyertakan surat keterangan usaha dari pengelola pasar,” jelasnya.

Sekitar 40 pedagang antusias menyimak penjelasan dari pelaku bank dan dosen Akademi Perbankan UKI. Mereka tertarik untuk mengembangkan usaha lewat bantuan perbankan. Salah satu pedagang kaos di Balaraja, Firdaus, mengaku selama ini berjualan kaos di rumahnya. Dengan mengikuti penyuluhan perbankan ini, ia berharap bisa meminjam ke bank untuk membuka toko sendiri. Omset dan keuntungan dapat ditingkatkan dengan bantuan perbankan.

(FRANSISKA LUSUBA)