FK UKI menjadi pelopor pelaksanaan OSSOF di Jakarta
last updated 16-12-2017
FK UKI menjadi pelopor pelaksanaan OSSOF di Jakarta
JAKARTA, REPORTER UKI

Sejak akhir tahun 2015 FK UKI telah melaksanakan program Family Folder dengan tema One Student Save One Family program ini dimulai dari angkatan 2015 pelaksanaan program di daerah kelurahan cawang. Setiap mahasiswa mendapat 1 keluarga untuk dipantau kesehatannya. Setiap mahasiswa mendampingi keluarga ini sampai menjadi dokter. Awal tahun ini fakultas lain ikut terjun mendampingi ke lapangan untuk penilaian dengan jurusan masing-masing. Pada 15 januari Menteri Pemberdayaan perempuan dan anak, Prof.DR. Yohana Susana Yembise, Dip.Apling,MA mengesahkan program OSSOF di GWS FK UKI.

Tahun ini FK UKI 3 kali menjadi narasumber program OSSOF yaitu bulan April Rektor UKI bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menjadi pembicara pada acara Family folder sebagai narasumber : Rektor UKI, Dekan FK UKI, dan Mahasiswa FK UKI dengan peserta ±50 Rektor universitas negeri se-Indonesia, bulan September FK UKI menghadiri acara OSSOF di UMY Jogja sebagai narasumber dr. Louisa A Langi dan Nathaline pepayocha angkatan 2015 untuk menjelaskan pelaksanaan OSSOF di FKUKI. Program OSSOF di UKI diharapkan dapat menurunkan angka kematian ibu dan anak.

Pada hari ini 11 Desember 2017 FK UKI di undang sebagai Moderator OSSOF yaitu dr. Louisa Langi, MSi .MA. dan Pembicara: DR. Sudung Nainggolan sebagai ketua Team Family Folder UKI, Narasumber : Abdul Azis FK UKI mahasiswa angkatan 2015, peserta: perwakilan Mahasiswa FK UKI angkatan 2015 dan 2016, BEM UMJ, BEM UNJ, Staf Khusus Kementrian Perlindungan Perempuan dan Anak, Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak pada acara dll .

Menjelaskan program OSSOF pada beberapa universitas yang berpartisipasi dalam diskusi Tematik di Hotel Gren Alia Prapatan. Sosialisasi tentang kegiatan OSSOF dan tujuan OSSOF yang akan dilaksanakan di universitas se-jakrta. dr. Louisa langi sebagai moderator yang memandu diskusi ini dari awal hingga akhir. Dr Sudung Nainggolan memberikan materi OSSOF sebagai pembukaan dan pengenalan OSSOF dan bpk. Fernandez Hutagalung, sbg staff khusus menteri memberikan Materi tentang program kerja Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Sharing kegiatan OSSOF dari Mahasiswa kedokteran UKI Angkatan 2015 yang melakukan pertama kali di wilayah kelurahan cawang. Diskusi tentang OSSOF dari semua peserta guna mengesahkan OSSOF dalam Perda KPPA. Kesimpulan hasil diskusi :

  1. Kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak selalu terjadi pada masyarakat dengan ekonomi rendah (pra-sejahtera) sehingga perlu adanya pendampingan dari pemerintah daerah, institusi pendidikan (dalam hal ini perguruan tinggi), sesama warga, maupun pihak-pihak terkait. Peran nyata mahasiswa dalam OSSOF ini dapat dilakukan dengan bidangnya masing-masing, sebagaimana mahasiswa kedokteran dapat menekan angka kematian ibu dan anak, mahasiswa pendidikan dapat menekan angka pendidikan rendah di masyarakat, dan bidang-bidang sesuai yang mahasiswa geluti dan dalami.
  2. Program OSSOF ini dapat diperkenalkan pada masyarakat luas diawali dengan daerah binaan yang terdapat di sekitar kampus. Jika daerah sekitar kampus dapat dibina dengan baik dan tujuan dari program ini tercapai, maka timbal balik positif dari masyarakat akan dirasakan. Disamping itu, luas daerah di Jakarta dapat ditutupi dengan jumlah Fakultas Kedokteran maupun perguruan tinggi di bidang kesehatan di seluruh Jakarta.
  3. Setelah terlaksananya program ini, pembinaan lanjutan yang berkesinambungan akan dilakukan oleh mahasiswa sendiri sehingga tidak berhenti tahap pengenalan saja namun secara terus menerus program OSSOF memantau perkembangan dari keluarga binaan.

Dalam kesempatan ini FK UKI juga diminta untuk menjadi pusat pelatihan OSSOF.


(dr. Louisa Langi,MSi. MA)