Pennsylvania State University bekerjasama dengan Fakultas Hukum UKI
last updated 2017-11-15 14:21:28
Pennsylvania State University bekerjasama dengan Fakultas Hukum UKI
JAKARTA, REPORTER

Kerja sama dengan pihak-pihak strategis merupakan kebutuhan mendasar setiap organisasi. Lebih banyak hal yang dapat dicapai dengan berpartner. Maka, pada hari Kamis, 5 Oktober 2017, Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (FH UKI) menerima kunjungan dari Pennsylvania State University (Penn State). Utusan yang datang adalah Stephen G. Barnes, Assistant Dean for Graduate and International Programs, PennUniversity Faculty of Law. Jajaran dekanat dan dosen FH UKI, serta Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Wilson Rajagukguk, M.Si., M.A. menyambut beliau di Ruang Rapat FH UKI pada pukul 10.00 WIB.

Ini adalah kunjungan pertama Mr. Stephen ke Indonesia. Beliau dengan antusias menceritakan kesannya selama di Indonesia.

“Ini adalah hari kelima saya di Indonesia, dan saya sudah mendapat kesan yang bagus di sini. Sebelumnya saya di India selama 10 hari, dan tidak terlalu berkesan dibanding Indonesia,” tutur beliau disambut dengan anggukan setuju. Rupanya, ponsel beliau hilang di tempat umum, dan beliau terkesan dengan banyaknya penduduk lokal yang ikut membantu mencarikan ponselnya. “Mereka sangat bersemangat untuk menolong, sekalipun itu orang tak dikenal,”

Dalam kesempatan ini, Dr. Wilson memberikan sambutannya. Beliau berharap dalam poin-poin kerja sama nanti, ada beasiswa untuk dosen dari Penn State. Dekan FH UKI, Hulman Panjaitan, S.H., M.H. menambahkan poin kerja sama yang diharapkan dalam sambutannya. “Selamat datang di Kampus Kasih. Motto kami adalah Melayani, Bukan Dilayani. FH UKI berakreditasi A dari Dikti, dengan peringkat ke-34 dari 300 lebih Fakultas Hukum se-Indonesia. Keunggulan FH UKI adalah menghasilkan praktisi Hukum. Kami bermaksud bekerja sama dengan Penn State di bidang double degree, kursus singkat untuk mahasiswa dan dosen, pertukaran dosen, kolaborasi penelitian, dan penulisan jurnal Internasional terindeks Scopus,”ujar beliau.

Penn State sendiri menawarkan dua program kerja sama awal, yaitu visiting scholar (mahasiswa tamu), tanpa membayar biaya kuliah, tanpa ditentukan waktunya, plus akses penuh untuk fasilitas-fasilitas kampus. Kedua adalah kolaborasi penelitian. Sudah 24 universitas rekanan penelitian di dunia yang berkolaborasi dengan Pennstate.

“Kami mencari rekanan yang berkomitmen untuk pertukaran peneliti mitra,” sambung Mr. Stephen.

Universitas Penn State juga menawarkan beasiswa dual degree untuk mahasiswa tahun terakhir dan fresh graduate untuk meraih gelar Master. Ketentuannya adalah, mahasiswa wajib mempelajari hukum dan konstitusi Amerika sebelumnya selama 10 hari. Itu di luar mata kuliah yang akan dipilih nanti. Skor TOEFL yang disyaratkan adalah 85 ke atas (setelah konversi), dan skor IELTS minimal 6,0.

“Kami memiliki 55.000 mahasiswa saat ini, dan 80%-nya dari berbagai negara. Mahasiswa-mahasiswa kami berasal dari 30 negara, jadi bisa dibilang bahwa kampus kami merepresentasikan dunia. Alumni kami berjumlah 65.000 di seluruh dunia,” tutur Mr. Stephen.

Kunjungan Mr. Stephen ditutup dengan bertukar cendera mata dan makan siang bersama.

(Jehezkiel)