Seminar Sinergi Financial Technology dengan Program Studi Perbankan
last updated 11-06-2018
Seminar Sinergi Financial Technology dengan Program Studi Perbankan
REPORTER UKI —

Akademi Perbankan Universitas Kristen Indonesia (AP UKI) menggelar seminar dengan tema “Sinergi Financial Technology dengan Program Studi Perbankan dan Keuangan.” Acara digelar di Auditorium Grha William Soeryadjaya, Kampus UKI, Cawang (23/05).

Direktur AP UKI, Dr. Lis Sintha, S.E., M.M., hadir dan bertindak sebagai moderator seminar.

“Seminar ini digelar dalam rangka Dies Natalis Akademi Perbankan UKI ke 26. Financial Technology (Fintech) merupakan teknologi yang diaplikasikan perusahaan untuk meningkatkan sektor jasa keuangan. Mahasiswa Akademi Perbankan diharapkan dapat mengikuti seminar dan menjawab tantangan perkembangan financial technology,” tutur Dr. Lis.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Wilson Rajagukguk, M.Si., MA., turut hadir mewakili Rektor untuk memberikan kata sambutan,

“Akademi Perbankan dapat menyesuaikan kurikulum sesuai kebutuhan pasar. Perbankan harus tetap mempertahankan kinerja di tengah hadirnya sumber pembiayaan lainnya seperti obligasi dan bursa efek.”

Akademisi Indonesia Banking School, Gunawan, S.E, M.M., sebagai narasumber dalam seminar ini mengatakan Revolusi Industri 4.0 mengubah proses bisnis melalui pemanfaatan teknologi. Pemanfaatan teknologi akan meningkatkan efisiensi industri perbankan nasional.

Gunawan menambahkan, “Salah satu tantangan ke depan bagi perkembangan industri Fintech adalah berkurangnya kebutuhan tenaga kerja di sektor jasa keuangan.  Program Studi Keuangan dan Perbankan haruslah siap menghadapi tantangan dan peluang ke depan bagi perkembangan industri Financial Technology. Caranya adalah dengan persiapan institusi pendidikan dan persiapan sumber daya manusia. Teknologi tidak menggantikan manusia seutuhnya. Financial Technology dapat digabungkan dengan industri bank konvensional.”

Kepala Subbagian Perizinan Fintech Otoritas Jasa Keuangan, Alvin Taulu, menjelaskan peranan manusia menjadi kecil karena adanya teknologi dalam revolusi industri 4.0. Namun OJK mendorong kolaborasi positif dengan menggabungkan industri ekonomi konvensional dengan teknologi.

Salah satu kategori Fintech adalah e-Pembayaran. Dasar hukum dari financial technology virtual lending ini adalah Peraturan OJK 77 Tahun 2016 tentang layanan meminjam uang berbasis teknologi informasi. Ada kesepakatan perjanjian antara pemberi pinjaman dan peneriman pinjaman yang difasilitasi platform teknologi.

“Fintech diharapkan dapat memperbaiki tingkat keseimbangan kesejahteraan penduduk, dapat mengalirkan dana pinjaman dari luar negeri ke Indonesia, membuka akses sumber pembiayaan baru bagi UMKM di Indonesia dan membuka akses pemasaran baru UMKM ke luar negeri,” harap Alvin.