Ketuk Pintu Layani Dengan Hati
last updated 07-12-2017
Ketuk Pintu Layani Dengan Hati
REPORTER UKI —

Masalah kesehatan di DKI Jakarta masih menjadi focus pemerintah saat ini. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warganya, salah satunya dengan membentuk sebuah program yang dapat mengurangi permasalahan kesehatan yang kompleks di Jakarta, yaitu Ketuk Pintu Layani Dengan Hati (KPLDH). Program ini diharapkan dapat menjangkau warga DKI Jakarta yang membutuhkan pertolongan pertama, penanganan berkelanjutan, dan perubahan perilaku menjadi lebih sehat dan mandiri. Tugas utama dari KPLDH ialah melakukan tindakan pencegahan penyakit dan promosi kesehatan dengan tetap melakukan tindakan pengobatan dan rehabilitative bila diperlukan sebagai tindakan awal.

Dalam pelaksanaan program ini, perlu adanya evaluasi untuk menilai keberhasilan dan manfaat yang dirasakan oleh warga, terutama dalam perbaikan kesehatan dan perubahan perilaku masyarakat. KPLDH merupakan program unggulan di Puskesmas Kelurahan Duren Sawit. Evaluasi program KPLDH di Puskesmas Kelurahan Duren Sawit telah diteliti oleh dokter muda FK UKI bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) dengan bimbingan Dr. Sudung Nainggolan dan dr. Louisa A. Langi, MS, MA dan tadi pagi telah di presentasikan di depan perwakilan Kepala Suku Dinas Jakarta Timur serta di hadiri oleh Kepala Puskesmas Kelurahan Duren Sawit, perwakilan Puskesmas Cipayung, juga perwakilan dari Puskesmas Pasar Rebo.

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2017 dengan membandingkan program tahun 2015 (sebelum adanya program KPLDH) dan 2016 (sesudah adanya program KPLDH). Dalam penelitian ini, yang dilakukan mencakup 3 indikator program KPLDH, yaitu angka deteksi dini, terlaksananya program promosi kesehatan dan pencegahan penyakit, serta perubahan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Untuk angka deteksi dini yang diteliti adalah jumlah pasien yang dating ke puskesmas untuk deteksi kanker leher rahim pada tahun 2015 sebanyak 33 wanita, kemudian meningkat pada tahun 2016 yaitu sebanyak 67 wanita. Kemudian untuk penderita tekanan darah tinggi di dapatkan hasil pada tahun 2015 sebanyak 208, kemudian meningkat pada tahun 2016 menjadi

225 pasien dengan persentase (37, 82 %) dan penyakit tuberculosis paru pada tahun 2015 sebanyak 16 % meningkat pada tahun 2016 sebanyak 28 pasien dengan persentase 75 %. Sedangkan untuk program promosi kesehatan dan pencegahan penyakit yang diteliti, yaitu pemeriksaan kehamilan dan imunisasi. Dalam menilai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), para dokter muda menggunakan kuesioner sebagai instrument penilaian dengan 3 kategori yakni pengetahuan baik (didapatkan hasil 80 %), perilaku baik (didapatkan hasil 80 %), dan sikap baik (didapatkan hasil 80 %).

Hasil penelitian yang telah dilakukan di Kelurahan Duren Sawit didapatkan, terjadi peningkatan jumlah warga yang dating ke puskesmas untuk berobat serta kesadaran masyarakat akan perilaku hidup bersih dan sehat. Hal ini sesuai dengan Pergub Nomor 115 Tahun 2016 tentang KPLDH dalam terwujudnya peningkatan pelayanan kesehatan.

Program pemerintah telah berhasil dalam mewujudkan peningkatan pelayanan kesehatan serta perbaikan kesehatan, khususnya masyarakat DKI Jakarta. Diharapkan program ini dapat menjadi masukan bagi provinsi lain, sehingga meningkatnya pelayanan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

(dr. Louisa A. Langi, MS, MA dan para dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia)