I55 Perguruan Tinggi Kopertis Wilayah III Bersama Menristek Dikti Berdeklarasi Melawan Radikalisme Di Kampus UKI
last updated 2017-10-18 13:58:18
I55 Perguruan Tinggi Kopertis Wilayah III Bersama Menristek Dikti  Berdeklarasi Melawan Radikalisme Di Kampus UKI
JEHEZKIEL —
Deklarasi Aksi Kebangsaan Pimpinan Perguruan Tinggi Se-Indonesia dalam rangka melawan radikalisme akan digelar di Nusa Dua, Bali, pada tanggal 25-26 September 2017. Aksi kebangsaan tersebut nantinya akan dibuka oleh Menristekdkti dan acara puncaknya akan dipimpin langsung oleh Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo.
Berdasarkan Rilis dari Ketua Tim Perumus Aksi Kebangsaan, Prof. Dr. H. Zainal Abidin, M. Ag., tujuan utama aksi kebangsaan ini adalah mencari solusi dan merumuskan langkah-langkah yang harus ditempuh dalam menghadapi berkembangnya paham radikalisme yang berpotensi memecah belah anak bangsa dan keutuhan NKRI.
Merespon aksi kebangsaan tersebut, Perguruan Tinggi di Jakarta, di bawah Koordinasi Kopertis Wilayah III yang mendukung sepenuhnya anti radikalisme, menggelar “Deklarasi Kebangsaan Melawan Radikalisme, Kopertis Wilayah III Jakarta” pada Selasa (19/9), di Auditorium Grha William Soeryadjaya, Fakultas Kedokteran, UKI Cawang.
Deklarasi Aksi Kebangsaan ini dihadiri oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Koordinator Kopertis Wilayah III, dan 155 Perwakilan Perguruan Tinggi di Lingkungan Kopertis Wilayah III.
Koordinator Kopertis Wilayah III, Dr. Ir. Illah Sailah, Ph.D., mengaku bahwa ide untuk menggelar acara ini merupakan spontanitasnya.
“Minggu lalu, ada panitia dari Deklarasi Bali dan juga dan beberapa rektor yang hadir ke Kopertis, kemudian saya tantang saja sekalian bagaimana kalau sebelum ke Bali kita deklarasikan dulu di Jakarta. Saya benar-benar mengapresiasi Pak Indri dari UKI, beliau mengatakan (diadakan) di UKI saja, dekat dengan jalan dan ada ruangan yang nyaman. Akhirnya, terima kasih kepada UKI yang telah menyediakan ruangan yang nyaman ini dan sekaligus juga dengan suguhannya,” kata Dr. Illah Sailah.
Dr. Illah Silah berharap deklarasi ini bukan hanya sebuah retorika ataupun upacara seremonial, ia mengajak agar kita bahu membahu, bergotong royong, dan terbebas dari ‘meng-kotak-kotak-an’ karena kita satu Indonesia.
Rektor UKI, Dr. Maruarar Siahaan, S.H., menyampaikan ucapan terima kasih dan harapannya dalam sambutannya.
“Kita mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dalam rangka menghimpun tekad mencetuskan deklarasi bangsa, bersatu melawan radikalisme dan intoleransi yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia akhir-akhir ini. Secara khusus, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas keputusan Ibu Koordinator Kopertis III yang menetapkan bahwa UKI akan ketempatan sebagai lokasi Pernyataan Deklarasi Kebangsaan Perguruan Tinggi se-DKI Jakarta sebagai satu persiapan untuk menyambut kegiatan deklarasi di Bali. Kami hanya berharap bahwa Aksi Kebangsaan Se-Kopertis Wilayah III ini berjalan dengan baik dan dapat menyumbang langkah bagi keberlangsungan NKRI yang Bhineka tetapi tetap bersatu dan toleran, serta jauh dari radikalisme yang memecah belah bangsa,” tutur Rektor.
Dalam Press Conference, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak., mamaparkan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai langkah konkret yang dilakukan oleh pemerintah untuk memelihara kebangsaan dan menangkal radikalisme di Indonesia, khususnya di lingkungan Pendidikan Tinggi.
“Jadi, di dalam menangkal radikalisme yang ada di dalam kampus, ini yang perlu kami lakukan bersama dengan Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, yaitu mengaktifkan kegiatan kampus, itu semua berbasis pada Pancasila. Ini masalah merasa memiliki negara ini. kedua, dalam menghadapi persaingan global, kita meningkatkan kualitas pendidikan negara kita, semua berbasis kepada kebangsaan, yaitu tetap menjaga pilar-pilar kebangsaan ini. Saya bersama para Rektor, dalam hal ini akan mengkoordinasi seluruhnya. Konkretnya, nanti semua Perguruan Tinggi harus menyelenggarakan pendidikan Pancasila, dalam hal ini harus terimplementasi di dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Menristekdikti.
Mohamad Nasir juga mengapresiasi inisiatif dari Kopertis Wilayah III yang menggelar kegiatan Deklarasi Kebangsaan ini sebagai semangat awal menjelang acara Deklarasi Bali.
“Saya berterima kasih kepada Ibu Koordinator pada siang hari ini, sebelum melakukan deklarasi yang nanti dilakukan di bali, telah mencuri start jauh lebih baik. Baik Rektor maupun Direktur atau Ketua, saya harapkan bisa hadir di Bali. Ini adalah momen yang sangat baik. Apapun kampusnya, universitasnya, sekolah tingginya, politekniknya, semua satu untuk Indonesia. Mudah-mudahan para Rektor bisa hadir pada acara itu dalam penguatan kebangsaan kita untuk masa depan Indonesia yang lebih baik,” harap Menristekdikti.
Menteri Nasir juga menegaskan kembali agar seluruh elemen bangsa, khususnya Perguruan Tinggi, untuk selalu menjunjung tinggi Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia.
“Kita menjaga NKRI harus mendasarkan Pancasila sebagai pandangan hidup Negara Indonesia. UUD 1945 sebagai dasar negara, dan semboyan Bhineka Tunggal Ika ini menjadi hal yang sangat penting, jadi seluruh warga negara indonesia khususnya di Perguruan Tinggi sudah tidak ada masa lagi untuk menghujat antarsesama bangsa, tidak boleh lagi kita menghujat sesama pemeluk agama, tidak ada lagi menghujat yang satu dengan yang lain, tapi semua bermuara kepada NKRI,” jelas beliau.
Di akhir konferensi, Mohamad Nasir mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan hoax yang beredar, tanpa mengecek terlebih dahulu kebenarannya, karena hal tersebut dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa.
“Kita punya negara harus kita jaga dengan baik dari penyelewengan-penyelewengan oknum-oknum tertentu. Sangat penting sekali bagaimana rakyat Indonesia mencintai bangsa Indonesia. Jangan mudah dipengaruhi hoax-hoax yang ada itu, yang dalam hal ini akan menghancurkan sendi-sendi persatuan Indonesia, jangan mudah percaya dengan adanya hoax yang beredar, tapi harus kita kembalikan kita adalah satu Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tandas Menteri Nasir.
Acara ini ditutup dengan pembacaan Naskah Deklarasi oleh seluruh Pimpinan Perguruan Tinggi se-Kopertis Wilayah III:
Dengan memohon Rahmat dan Berkah Tuhan Yang Maha Esa.
Kami insan Perguruan Tinggi di Jakarta, menyatakan dengan bersungguh-sungguh dan bertekad bulat untuk:
1. Menjunjung tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan nilai Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945 sebagai dasar negara;
2. Menjaga semboyan Bhineka Tunggal Ika dan kerukunan umat beragama;
3. Melarang berbagai bentuk kegiatan yang bertentangan dengan Pancasila dan NKRI;
4. Melarang berbagai bentuk kegiatan yang mendukung Korupsi, Kolusi, Nepotisme, Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme;

5. Melakukan pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkotika, dan/atau obat terlarang;

6. Menanamkan Nilai Cinta Tanah Air dan Bela Negara.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa meridhoi.

(jeh/lis)